Rahmat Saripudin's Weblog

for Better Education

Learner Characteristic

pada Februari 28, 2011

Bagi anda yang merancang sebuah instructional untuk orang dewasa, baik dalam bentuk pelatihan, penyuluhan, magang, pendampingan, online learning, seminar maupun workshop anda sangat perlu mengenal audiens yang menjadi target. Sangat sulit bagi anda mendapatkan audien yang homogen, mengingat latar belakang dan pengalaman target audien anda sangat beragam. Berikut ini adalah point-point yang penting diperhatikan terkait dengan karakteristik learner:

1. Intelectual Skill

Keterampilan Inteteltual adalah kemampuan seseorang untuk memproses informasi yang masuk. Keterampilan intelektual dalam sebuah aktivitas pembelajaran memiliki peranan yang cukup strategis dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran.

Setiap kita akan merancang pembelajaran, kita perlu memperhatikan keterampilan intelektual ini. Bagi anda yang merancang pembelajaran dengan target peserta yang terbuka, misalnya rekrutmen peserta diumumkan pe publik dan tanpa batasan kriteria tertentu, maka kemungkinan besar anda akan mendapatkan peserta dengan keterampilan intelektual yang beragam.

Tantangannya adalah, anda sendiri yang merancang pembelajaran, memiliki tujuan khusus pembelajaran yang telah ditetapkan. Untuk itu maka anda perlu menggali keberagaman keterampilan intelektual peserta. Anda perlu dapat memprediksi sejauh mana kemampuan “calon peserta” dapat mengikuti ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah dicapai. Anda perlu melakukan dan menyediakan beragam keperluan untuk mencapai hal tersebut.

Sebagai catatan, keterampilan intelektual berkaitan erat dengan banyaknya “kosa kata” dan konsep yang telah dikuasai seseorang.

2. Cognitive Strategies

Strategi kognisi adalah prosedur mental yang dimiliki seseorang. Strategi kognisi akan memandu seseorang dalam mencerna informasi yang masuk, mengkaitkannya dengan informasi yang ada dan merangkai menjadi informasi baru.

Strategi Kognisi akan bekerja dengan baik jika Keterampilan Intelektual juga baik. Sebagai contoh, menurut anda apa maksud dari sms seorang teman ke teman yang lain dengan tulisan berikut:

“sis, bsk I ada rcn go k pernas, mo brg?”

mungkin sebagian anda akan menterjemahkan:

“sis, besok aku ada rencana pergi ke Pernas (sebagai sebuah tempat), mau bareng?

atau sebagian anda akan menterjemahkan:

“sis, besok aku ada rencana ke Perpustakaan Nasional, mau bareng?”

atau banyak kemungkinan lainnya, anda akan menterjemahkan sesuai dengan “kebiasaan anda” menterjemahkan kode-kode tersebut.

3. Verbal Information

Informasi verbal bagi orang dewasa akan memiliki makna yang tergantung pada pengalamannya. Untuk itulah maka setiap kita berkomunikasi perlu memperhatikan audiens yang diajak komunikasi. “berbicaralah sesuai dengan bahasa kaumnya”, kira-kira seperti itulah yang pernah Rasulullah SAW ingatkan kepada kita.

Implikasinya, misalnya anda akan menyelenggarakan pelatihan sertifikasi di Kota Depok, maka pemilihan nara sumber, pemilihan kata saat pelatihan berlangsung perlu berbeda dengan saat anda menyelenggarakan pelatihan yang sama di kabupaten Lebak.

Sebagai catatan, informasi verbal yang dikuasai seseorang merupakan modal awal dalam pengembangan dan peningkatan pengetahuan. sekali lagi, informasi verbal ini sangat berkait erat dengan pengalaman hidup setiap orang.

sebagai uji kemampuan verbal anda: buatlah sebanyak-banyaknya kata majemuk yang mengandung kata “batu” dalam waktu 10 menit. Berapa banyak kata majemuk yang anda buat?

4. Attitude

Hal yang keempat ini, bisa dikatakan sudah “basi” dan “biasa”. Penulis hanya coba mengingatkan, bahwa sikap seseorang dalam belajar akan mempengaruhi “daya belajarnya”.

Sikap dalam belajar dapat berkaitan erat dengan kenangan masa lalu, persepsi yang ada, konsep yang dipahami maupun rencana kedepan dengan konten belajar yang akan dipelajari.

Sikap positif dalam mengikuti pembelajaran akan memberikan hasil yang lebih baik sehingga tujuan belajar lebih mudah tercapai. untuk itulah maka dalam penyelenggaraan pembelajaran bagi orang dewasa sangat perlu senantiasa memperhatikan sikap belajar para pesertanya. Jangan bosan untuk selalu mengarahkan audien agar memiliki sikap positif.

5. Abilities

Pembahasan yang terakhir ini berkaitan dengan kemampuan dan ketidakmampuan seseorang dalam memahami konsep dan mengimplementasikannya dalam keseharian.

Perancang instructional perlu terus menggali kemampuan audien dalam mencapai tujuan pembelajaran, bahkan outcome dari pembelajaran yang dirancang.

oleh: Rahmat Saripudin, dari berbagai sumber


20 responses to “Learner Characteristic

  1. eka puspa delima mengatakan:

    Eka Puspa delima

    Karakteristik2 yang ada di atas itu mutlak harus dimiliki oleh learner ya pak?
    Saya masih kurang jelas dengan “Cognitive Strategies”. Bisa lebih dijelaskan lagi pak??
    Terimakasih…..

  2. rahmatsaripudin mengatakan:

    karakteristik-karakteristik di atas adalah hal-hal yang harus diperhatikan oleh si perancang instructional (misal perancang pelatihan, perancang workshop, dll). Si perancang harus memperhatikan aspek-aspek di atas (aspek keterampilan intelektual, aspek strategi kognisi, informasi verbal, sikap dan kemampuan) yang dimiliki oleh para learner. Jadi yang lebih tepat: sang perancang harus memperhatikan latar belakang learner dengan tinjauan 5 karakteristik tersebut.

    adapun yang dimaksud dengan strategi kognisi yaitu cara learner dalam mengolah informasi yang masuk ke dalam dirinya. nah, dalam pengolahan informasi tersebut sangat tergantung kepada pengalaman learner itu sendiri… dalam contoh kasus di atas: sms yang bertuliskan:………… pernas… dapat diterjemahkan sebagai PERPUSTAKAAN NASIONAL, atau PERNAS sebagai nama tempat… hal tersebut sesuai dengan latar belakang orang yang menerima pesan….

  3. eka puspa delima mengatakan:

    jadi setiap orang/learner mempunyai karakteristik yang berbeda sesuai dengan latar belakangnya, tapi sebagai learner orang dewasa harus tetap memiliki 5 karakteristik tersebut?
    untuk strategi kognisi, itu berarti perlu adaptasi ya pak?maksudnya kita harus tahu dengan siapa kita berbicara atau berhadapan, jadi kita bisa menyesuaikan bahasa atau prilaku kita. betul ga pak?

  4. masyiani Mina Laili mengatakan:

    ass, maaf pak sebenarnya saya tidak mengerti inti dari kelima karakteristik di atas apa ya pak, bahasanya sulit dimengerti buat saya, hehehe…jzk

  5. rahmatsaripudin mengatakan:

    Semua karakteristik pembelajar di atas merupakan sudut tinjau perancang (atau tutor atau Guru) dalam merancang pembelajaran (pelatihan, workshop, penyuluhan dll) terhadap learner sehinga merancang pembelajaran akan sesuai dengan karakteristik pembelajar.
    Begitu kira-kira

  6. rahmatsaripudin mengatakan:

    Baca komentarnya puspa delima ya…

  7. 6_maesaroh mengatakan:

    Pak jika salah satu perinsip yang ada diatas tidak dimiliki oleh seorang perancang instructiona apakah kegiatan itu bisa tidak berjalan dengan lancar ?trimakasih

  8. rahmatsaripudin mengatakan:

    Mungkin yang lebih tepat bukan tidak dimiliki, namun tidak dilihat. Jika salah satu LC tidak dilihat, mungkin pbelajaran tdk bjalan lancar, atau ketercapaian tujuan tidak maksimal. Namun itu semua sangat tgantung pada desain pbelajaran secara utuh dan plaksanaan pbelajaran scara utuh pula

  9. hanifatur rahmah mengatakan:

    pak saya masih kurang paham bener sih dengan point-point tersebut, tapi hanya ada beberapa kata yang saya dapat tulis yaitu untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik kita harus mempunyai komitmen bahwa “kerjakan apa yang kita catat, catat apa yang kita kerjakan” maksudnya mencatat perkembangan kedepan untuk rangkaian yang lebih baik agar menjadi hal-hal yang positif, yang mana hal-hal positif itu harus kita jalankan. he..he..Jazakillah pak.

  10. eka puspa delima mengatakan:

    ok pak..terimakasih atas jawabannya..🙂

  11. venty harayanti mengatakan:

    pak apa dalam pembelajaran dewasa diperlukan evaluasi diakhir kegiatan?
    trmksh pak

  12. rahmatsaripudin mengatakan:

    Dalam setiap pembelajaran yang sudah dirancang, perlu memastikan ketercapaian tujuan. Utk itu perlu dilakukan evaluai. Tentu saja bentuk evaluasinya disesuikan dengan rancangan pembelajaran yang disusun.

  13. Dwi Rahayu mengatakan:

    menarik pengetahuannya, mudah-mudahan dengan mengetahui karakteristik ini kita tidak akan salah apabila mengikuti pembelajaran orang dewasa atau kita juga tidak salah sasaran apabila membuat pembelajaran untuk orng dewasa,,, ^^

  14. neli lisetiawati mengatakan:

    Pak sejauh mana faktor intrinsik bisa terus bertahan ?? karena terkadang goyah krna faktor lingkungan..

  15. Luluk Pamungkas mengatakan:

    Asm. Pak apakah sikap positif yang bapak maksud pada “attitude” itu termasuk motivasi internal learner? trima kasih pak

  16. rahmatsaripudin mengatakan:

    Faktor intrinsik dalam hal apa? Motivasi intrinsik?

  17. Dian Anggraini mengatakan:

    Pak tolong berikan contoh tentang ability dan tentang strategis kognitis selain contoh yang Bapak berikan. jzzklh.

  18. Mellisa zoelandari mengatakan:

    Assalamu’alaikuum.. Pak tolong koreksi kesimpulan akhir saya ya pak..
    Setelah saya melihat ke 5 karakter,, saya beranggapan bahwa kelimanya saling terkait.. Dan yang sering ditemukan adalah
    Bila seseorang memiliki kecerdasan linguistik yang baik, dalam strategi kognitif dan intelectual skill mereka lebih baik dibanding dengan orang dewasa yang linguistiknya belum baik..
    Namun, apakah kemampuan linguistik itu akan mempengaruhi sikap positif orang dewasa pak?

  19. Mellisa zoelandari mengatakan:

    Assalamu’alaikuum.. Pak tolong koreksi kesimpulan akhir saya ya pak..
    Setelah saya melihat ke 5 karakter,, saya beranggapan bahwa kelimanya saling terkait..
    Dan yang sering ditemukan adalah Bila seseorang memiliki kecerdasan linguistik yang baik,
    dalam strategi kognitif dan intelectual skill mereka lebih baik dibanding dengan
    orang dewasa yang linguistiknya belum baik..
    Namun, apakah kemampuan linguistik itu akan mempengaruhi sikap positif orang dewasa pak?
    Karena sepertinya yang sangat ditekankan adalah bagaimanapun dan dalam kondisi apapun sikap positiflah yg sangat berpengaruh.

  20. ima susanti mengatakan:

    Ass. bapak afwn, dari poin ke 2 tentang (Cognitive Strategies )contohnya it seprti apa? mkch pak…….
    heeeeee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: