Rahmat Saripudin's Weblog

for Better Education

Guru Non Sarjana Akan Diberhentikan

pada Oktober 23, 2009

http://www.republika.co.id/berita/83774/Guru_Non_Sarjana_Akan_Diberhentikan

SAMPIT–Guna meningkat kualitas pendidikan, pada tahun 2015 mendatang tenaga pengajar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah, diharuskan berpendidikan sarjana dan bagi guru non sarjana akan diberhentikan. “Persyaratan tersebut mutlak tidak dapat ditawar-tawar lagi dan berlaku untuk semua tenaga pengajar mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Lanjutan Atas (SLTA) atau yang sederajat,” kata kepala Dinas
Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kotim, Yanero, di Sampit, Rabu (21/10).

Dikatakannya, ke depan tenaga pengajar diwajibkan memiliki kompetensi dan mengikuti sertifikasi dan apabila tidak sanggup memenuhi persyaratan tersebut maka yang bersangkutan dipastikan akan diberhentikan sebagai guru. Menurut Yanero, persyaratan tersebut memang wajib, namun tidak berlaku dengan serta merta begitu saja melainkan perlu waktu dan diberlakukan secara bertahap.

Dengan diterbitkannya peraturan tersebut oleh pemerintah pusat, katanya, maka bagi tenaga pengajar yang berlatar belakang berpendidikan diploma atau belum sarjana dianjurkan untuk mengikuti sertifikasi Sarjana. “Ketentuan tersebut akan berlaku pada 2015 nanti dan kedepan setiap guru hanya dibenarkan memegang satu mata pelajaran saja,” katanya.

Untuk itu, bagi tenaga pengajar yang saat masih belum berpendidikan sarjana masih memiliki kesempatan untuk mengikuti sertifikasi pendidikan sarjana. Sebetulnya Kotim sendiri setiap tahun ditarget mampu merekrut sedikitnya 300 tenaga pengajar berpendidikan sarjana, namun target tersebut hingga saat ini masih belum bisa terpenuhi dan selama 2006 hingga 2009 Kotim baru mampu merekrut sebanyak 500 guru kontrak.

Yanero mengungkapkan, dari 300 guru sarjana yang ditargetkan, Kotim baru mampu memenuhi 175 guru sarjana saja per tahunnya, hal itu dikarenakan tenaga pengajar di Kotim masih banyak yang belum sarjana. “Tenaga pengajar di Kotim saat ini masih didominasi oleh guru lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) yang jumlahnya mencapai 60 persen, berpendidikan diploma 20 persen dan sarjana 20 persen,” ungkapnya.

Sedangkan 40 persen tenaga pengajar diantaranya saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana melalui Universitas Terbuka (UT). Lebih lanjut Yanero mengatakan, Kotim saat ini memiliki sebanyak 4000 tenaga pengajar yang bertugas di seluruh sekolah yang tersebar di Kotim.

Dengan jumlah guru tersebut, Yanero memastikan masih belum dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga pengajar di Kotim dan tanaga pengajar akan terpenuhi apabila telah mencapai jumlah 5000 hingga 6000 guru. “Jumlah sekolah di Kotim merupakan terbanyak kedua se-Kalteng setelah Kabupaten Kapuas, yaitu 457 sekolah yang terdiri dari 325 Sekolah Dasar, 95 Sekolah Menengah Pertama dan 37 Sekolah Lanjutan Atas atau yang sederajat,” jelas Yanero.

Sebetulnya, setiap sekolah yang terdiri dari kelas I samapai dengan kelas VI standarnya adalah harus memiliki sedikitnya sembilan tenaga pengajar, namun saat ini standar tersebut masih belum bisa terpenuhi di karenakan terbatasnya tenaga pengajar. ant/taq


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: