Rahmat Saripudin's Weblog

for Better Education

Masih Ada Peneliti Berpikir Jangka Pendek

pada Agustus 20, 2009

By Republika Contributor/www.republika.co.id
Senin, 10 Agustus 2009 pukul 15:25:00

BANDUNG–Sebagian peneliti masih menganggap dana penelitian merupakan pendapatan tambahan. Hal ini dihawatirkan bisa berdampak buruk pada pengerjaan penelitan yang asal-asalan. Akibatnya, hasil penelitian mengecewakan.

”Jika sudah begitu, kesempatan mereka sia-siakan dan penelitian yang seharusnya berlanjut pun berhenti di situ,” ujar Rektor Universitas Padjajaran (Unpad), Prof Ganjar Kurnia, seusai menerima penerima hak kekayaan intelektual (HKI) Unpad 2009, Senin (10/9).

Ganjar menjelaskan, penelitian adalah investasi. Sebuah karya, tak hanya dilihat oleh pemilik dana penelitian, namun semua pihak. Jika orang merasa puas dengan penelitiannya, maka besar kemungkinan ia akan digaet untuk melakukan penelitian lainnya.

”Di kita itu ada mentalitas ‘tenggeul deukeut’ yang berpikir jangka pendek untuk saat itu saja, setelah itu tak ada orang yang percaya,” ujar Ganjar. Bahkan ada cerita, dari sekian rupiah dana penelitian, hanya sebagian yang digunakan penelitian. Itupun digunakan di awal.
”Ada yang dibuat pagar rumah, baru sisa uangnya digunakan penelitian,” katanya menjelaskan.

Kelemahan lainnya, peneliti Indonesia terkadang terlalu berpikir yang ribet. Padahal banyak hal kecil yang bisa diajukan sebagai penelitian. Seperti pembuka dewegan (kelapa muda) di Australia. Meskipun sederhana, namun luar biasa, karena kelapa tidak tumbuh setiap saat di Australia.

Unpad, sambung Ganjar, menyediakan anggaran Rp 2 miliar untuk penelitian lewat program Andalan. Uang itu pula yang digunakan untuk menarik minat mahasiswa maupun dosen mengajukan hak cipta dan hak paten.

Saat ini, Unpad membantu memfasilitasi delapan hak cipta dan 15 hak kekayaan intelektual. 15 orang yang mendapatkan hak paten diantaranya Prof Nurhalim Shahib, Prof Sidik, Prof Sri Bandiati, dan Dr Lovita Adriani. Delapan peraih hak paten berasal dari berbagai bidang seperti kedokteran umum, farmasi, peternakan, kedokteran gigi, dan teknik geologi.

Ganjar menjelaskan, sebenarnya banyak penemuan di Indonesia. Hanya saja, kurang tersosialisasi sehingga kesadaran untuk mengajukan HKI dan hak paten kurang.

Ketua UPT HKI Unpad, Miranda Risang Ayu mengatakan untuk mendapatkan HKI dan hak paten tidak mudah. Terutama dalam hal penelusuran, benarkah penemuan tersebut hal baru dan belum pernah ditemukan orang lain. UPT HKI Unpad tidak menargetkan secara khusus berapa hak paten atau HKI yang diperoleh Unpad. ”Sebanyak-banyaknya saja,” jelasnya. ren/eye


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: