Rahmat Saripudin's Weblog

for Better Education

Pop Pentatonis Sunda Juga Sarana Media Belajar

pada Agustus 14, 2009

Kamis, 13 Agustus 2009 | 21:29 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Musik pop pentatonis Sunda menjadi media yang tepat bagi pembelajaran bahasa dan musik tradisi. Namun, sekarang musik ini jarang ditampilkan karena dianggap tidak memiliki peminat.

“Pendengar diperkenalkan dua hal berbeda seperti lirik berbahasa Sunda dan alunan musik khas Sunda,” kata pencipta lagu pentatonis Sunda Nano S di sela penyerahan penghargaan Museum Rekor Indonesia pada Evie Mariani atas peluncuran album yang dilakukan di tujuh masjid dalam waktu tujuh jam di Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/8).

Nano mengatakan prihatin dengan minat masyarakat Sunda mendalami kesenian dan bahasa daerah. Padahal, banyak nilai luhur yang terkandung di berbagai sajian kesenian Sunda.

Dikatakan, musik pop Sunda bisa dijadikan sebagai jembatan kesenjangan minat ini. Pendengar bisa mengenal bahasa dan kesenian musik pentatonis dengan hanya mendengarkan.

Nano mengakui, langkah itu tidak mudah. Alasannya, merekam musik pop pentatonis Sunda melalui kaset memakan biaya yang sangat besar. Produser biasanya enggan melirik musik pop pentatonis Sunda karena dianggap tidak menjual.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: