Rahmat Saripudin's Weblog

for Better Education

Lebih dari 50 Persen Jurnal Ilmiah Timbul-Tenggelam

pada Agustus 14, 2009

Kamis, 13 Agustus 2009 | 22:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Dari sekitar 400 jurnal ilmiah yang diterbitkan perguruan tinggi dan organisasi profesi, baru sekitar 116 jurnal ilmiah saja yang terakreditasi nasional dan sembilan sudah terakreditasi internasional. Selebihnya, jurnal ilmiah timbul tenggelam, tergantung ada suntikan dana atau tidak.

Padahal, hidupnya jurnal-jurnal ilmiah, terutama yang terakreditasi secara internasional penting bagi Indonesia untuk mengenalkan peneltian-penelitian yang berkembang di negara ini. Selain itu, jurnal ilmiah internasional bisa menambah poin bagi perguruan tinggi Indonesia untuk masuk dalam world class university.

“Jika jurnal ilmiah di Indonesia yang terakreditasi internasional bisa mencapai 30-40 jurnal saja, citation index kita bisa naik. Sekarang penerbitan jurnal ilmiah kita sangat rendah masih 0,8 artikel per satu juta penduduk,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fasli Jalal usai jadi pembicara dalam acara seminar dan lokakarya Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia dan Teaching Hospital Expo III di Jakarta, Kamis (13/8).

Kondisi Indonesia itu jauh tertinggal dengan India yang bisa menerbitkan 12,3 artikel per satu juta penduduk atau Malaysia yang mampu menerbitkan 23 artikel per satu juta penduduk. Karena itu, dukungan untuk berkembangnya jurnal ilmiah mulai jadi perhatian pemerintah.

Fasli menjelaskan untuk tahun ini ada 200 jurnal ilmiah yang diberi bantaun dana dalam bentuk block grant supaya naik kualifikasinya menjadi terakreditasi nasional. Bantuan diberikan selama beberapa tahun dengan besaran Rp 50 juta per jurnal ilmiah.

Adapun jurnal ilmiah yang sudah terakreditasi nasional dibantu supaya bisa meraih akreditasi internasional. Ada 30 jurnal ilmiah yang mendapat bantuan dana senilai Rp 150 juta.

“Dukungan itu supaya jurnal-jurnal ilmiah yang potensial bisa memiliki rutinas penerbitan yang teratur, ada editor yang berkualitas, dan juga bisa membayar sekretaris eksekutif. Termasuk juga ada reviewer yang bermutu sehingga bisa mendapatkan naskah-naskah ilmiah yang baik,” kata Fasli.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: