Rahmat Saripudin's Weblog

for Better Education

Sistem Presentil Perbaiki Kredibilitas Guru

pada Agustus 12, 2009

By Republika Contributor/www.republika.co.id
Rabu, 05 Agustus 2009 pukul 18:11:00

SURABAYA–Penerapan sistem presentil untuk mahasiswa baru yang memilih jurusan pendidikan guru diharapkan akan membentuk kepribadian dan kredibilitas guru semakin lebih baik. Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Dr Ir Priyo Suprobo, di kantornya mengatakan dengan sistem ini, calon mahasiswa dianggap lebih berkualitas karena menguasai berbagai bidang ilmu. Di sisi lain, calon mahasiswa yang masuk ke pendidikan guru ini harus memiliki nilai yang cukup tinggi.

“Nilai mereka bagus-bagus dan saya yakin sekali beberapa tahun ke depan guru benar-benar berkualitas. Apalagi dengan sistem penilaian presentil, hanya mereka yang qualified yang lolos. Selain itu, berdasarkan hasil pengumuman seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2009 diketahui, nilai minimal calon mahasiswa yang diterima di lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) meningkat,” ujarnya.

Menurut dia, tahun ini nilai rata-rata minimal yang bisa diterima di LPTK mencapai angka 85. “Data yang ada menunjukkan demikian. Nilai calon mahasiswa untuk pendidikan guru meningkat dan ini hal yang positif karena suatu saat nanti guru-guru di Indonesia akan lebih baik lagi,” ungkapnya

Ketua Panitia Lokal SNMPTN 2009 Budi Jatmiko menjelaskan, minat calon yang mendaftar di LPTK tahun ini meningkat tajam. Setidaknya, ada seribuan peminat di Surabaya yang mencoba menempuh SNMPTN untuk bisa menempati bangku di beberapa fakultas kependidikan.

“Peminat di Unesa (Universitas Negeri Surabaya) tahun ini meningkat antara 9% hingga 10%,” ujar Budi. Berdasarkan hasil seleksi diketahui nilai minimal yang diterima di Fakultas MIPA Unesa berkisar di angka 85.

Sebelumnya, Ketua Umum SNMPTN Haris Supratno mengatakan, total disediakan beasiswa Rp 5 miliar bagi 15.501 mahasiswa dari keluarga tidak mampu atau miskin. Setiap mahasiswa akan mendapat beasiswa semester pertama Rp 2,5 juta. Namun dari 15.501 formulir yang disebar ke 5167 SMA, formulir yang kembali ke peserta hanya 3.599. Sementara yang lulus seleksi beasiswa masuk universitas (BMU) sebanyak 3.403 peserta. Target BMU ternyata menyusut lagi karena yang mendaftar SNMPTN hanya 2.690 peserta dan yang mengikuti tes sekitar 2.421 peserta. tok/rif


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: