Rahmat Saripudin's Weblog

for Better Education

Mahasiswa Keperawatan DIY Tuntut UU Keperawatan Disahkan

pada Agustus 12, 2009

By Republika Contributor/www.republika.co.id
Senin, 10 Agustus 2009 pukul 15:55:00

YOGYAKARTA–Sekitar 70-an mahasiswa keperawatan dari sembilan lembaga mahasiswa keperawatan se- IY yang tergabung dalam Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI) DIY menuntut UU Keperawatan segera disahkan sebelum tahun 2010.

Kesembilan lembaga mahasiswa keperawatan yang ikut aksi antara lain Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Respati, Stikes Aisyiyah, Stikes Bethesdam, Akper Karya Husada, Stikes Surya Global, Stikes A.Yani, Akper Karya Bhakti Husada. Rencananya aksi mendukung segera disahkannya RUU Keperawatan di DPR RI akan dilakukan secara nasional pada Selasa nanti (18/8).

”Kebutuhan akan UU Keperawatan menjadi harga mati bagi profesi keperawatan dan harus disahkan paling lambat sebelum anggota DPR RI dipurnatugaskan pada akhir September 2009 ini,”kata Orator Yurman dari Universitas Respati dalam orasinya di depan Gedung Agung Yogyakarta, Senin (10/8).

Dalam aksinya para mahasiswa keperawatan menutup mulutnya dengan lakban yang bertuliskan ‘Sahkan UU Keperawatan.’

Sepuluh negara di ASEAN sudah sepakat bahwa pada tahun 2010 perawat dari negara asing bebas dapat berpraktik di Indonesia. Hal itu sesuai dengan kesepakatan yang ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Marie Pangestu bahwa pada Januari 2010 akan mulai diberlakukan ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA).

Padahal, selama ini payung hukum bagi perawat di Indonesia sangat lemah, yaitu Kepmenkes 1239 yang mengatur masalah registrasi dan administrasi perawat. ”Kepmenkes tersebut tidak sepenuhnya mampu mengikat perawat yang berada di daerah. Ketika berinteraksi dengan negara asing, kita tidak mempunyai kesetaraan level, karena negara-negara asing sudah mempunyai UU keperawatan,” kata Humas Aksi, Heru Adi Prasetyo.

Selain itu, Heru menambahkan, selama ini juga belum ada perlindungan khususnya bagi pemberi dan penerima asuhan keperawatan. Dampaknya adalah tidak ada perlindungan untuk perawat-perawat lokal dalam bekerja, serta jaminan jika ada tuntutan hukum. ”Hal ini membuat kondisi 500 ribu perawat yang bekerja di Indonesia, ini belum termasuk mahasiswa keperawatan, akan berada pada kondisi yang sangat memprihatinkan, jika RUU tidak segera disahkan tahun ini,” tandasnya. nri/eye


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: