Rahmat Saripudin's Weblog

for Better Education

Pendidikan Terintegrasi….

pada Maret 1, 2009

oleh: Rahmat Saripudin

Pertama kali seorang manusia lahir ke bumi ini, maka secara langsung dia akan mengalami proses pendidikan. Bahkan para ahli banyak yang mengatakan, proses pendidikan sebenarnya sudah dimulai sejak dalam kandungan. Proses pendidikan yang dialami oleh individu tersebut dalam kehidupannya tentu saja beraneka rupa. Melingkupi seluruh dimensi kehidupan yang menjadi pengalaman individu yang bersangkutan. Dengan demikian maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa proses pendidikan melingkupi seluruh dimensi kehidupan manusia.

Pada sisi lain, ketika seorang manusia lahir kebumi, dia memiliki beragam potensi yang meliputi potensi kecerdasan akal, kecerdasan motorik, kecerdasan sosial dan beragam kecerdasan lainnya. Semua potensi tersebut perlu berkembang secara optimal agar tidak ada “pemubadziran” potensi. Optimalisasi semua potensi manusia tersebut tentu harus melalui sebuah tahapan yang efektif, efisien, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tahapan itu tiada lain ialah proses pendidikan. Dengan demikian maka kita dapat mengatakan bahwa semua potensi yang dimiliki oleh manusia haruslah menjadi “objek dari sebuah proses pendidikan”.

Namun perlu diingat bahwa, bagi manusia yang meyakini konsep penciptaan dan adanya SANG PENCIPTA, bahwa manusia diciptakan di muka bumi ini tiada lain untuk beribadah pada ALLAH SWT. Dengan demikian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan adalah sebuah proses pembentukan manusia seutuhnya agar menjadi insan bertaqwa, dimana semua ilmu pengetahuan yang didapat selama hidup semata-mata untuk menggapai keridhoan ALLAH SWT sebagai PENCIPTA.

Dengan demikian maka proses pendidikan hendaklah didasarkan pada penyiapan generasi yang memahami eksistensi dan posisi manusia sebagai hamba ALLAH SWT, menyadari kemulian manusia dihadapan makhluq lainnya dan mampu merealisasikan tujuan dan tanggung jawab kemanusiaannya.

Konsekuensi dari sistem ini ialah bahwa proses pendidikan akan memiliki dua dimensi: dimensi individu dan dimensi sosial. Dalam dimensi individu diharapkan terbentuk peserta didik yang bertaqwa, selalu melakukan kebajikan, memiliki ilmu dan pengetahuan untuk melakukan berbagai tugas kemanusiaannya. Dalam dimensi sosial proses pendidikan diharapkan mampu membentuk basis masyarakat yang  religius, berkualitas, maju mandiri dan modern.

Dalam implementasinya, konsep ini memaksa pelaku dan penyelenggara pendidikan untuk menerapkan sistem pendidikan terpadu. Dimana tidak ada sebuah ilmu yang berdiri sendiri tanpa memperhatikan ilmu pengetahuan lainnya dan tanpa campur tangan sang pencipta ALLAH SWT. Konsep ini diharapkan akan membentuk insan yang dengan kecerdasannya terus menggali ilmu pengetahuan sambil kemudian dia sadari bahwa semua itu ada “PROGRAMER YANG MAHA CANGGIH” yang telah menyimpan segala kerahasiaan-Nya. Yang kemudian akan mewujud seorang Ulul Albab sebagaimana firman-Nya dalam Q.S Al Imron ayat 190 -191:

190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”

Demikianlah sebuah proses pendidikan terpadu, mengintegrasikan ayat-ayat kauniyah yang tertulis di alam dan ayat kauliyah yang tertulis dalam kitab-Nya. Dimana diantara kedua-nya (kauniyah dan kauliyah) berasal dari PENCIPTA yang sama…

wallahu’alam bishowab..


3 responses to “Pendidikan Terintegrasi….

  1. ikak mengatakan:

    jika saya cermati, ada sedikit perbedaan antara “pendidikan” dengan “proses belajar”
    kecuali jika Bapak mencantumkan “tokoh pendidik” dalam artikel ini

  2. rahmatsaripudin mengatakan:

    pendidikan tentu lebih luas dari belajar, proses pendidikan lebih luas dari proses belajar..
    disini saya ingin mengatakan bahwa “individu yang terbentuk” merupakan hasil dari proses “pendidikan” yang didalamnya tentu saja individu tersebut menjalani “proses belajar”, belajar bisa di sekolah, di rumah dsb…
    maka bisa kita dapatkan bahwa dalam UU Sistem Pendidikan Nasional memuat pendidikan formal, non formal dan informal, dan masing-masing lembaga pendidikan menyelenggarakan proses belajar = pembelajaran..
    terima kasih

  3. ujat saputra mengatakan:

    setuju kang rahmat …dari lahir manusia sudah mengalami proses pembelajaran mulai dari bayi membukakan mata ,menangis..dan mendengar sampai akhirnya ia bisa merangkak ,duduk dan berjalan .maka tak ada batas usia buat kita untuk belajar..kapanpun dan dimanapun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: