Rahmat Saripudin's Weblog

for Better Education

Dampingi Anak Mengenal Teknologi Informasi

pada Oktober 3, 2008

JAKARTA (Republika)–Perkembangan teknologi informasi sangat pesat. Tidak lagi terbatas perubahan per hari, kini semakin cepat dalam hitungan detik.

Anak-anak yang haus akan pengetahuan, relatif lebih mudah menerika perkembangan teknologi tersebut. Diperlukan bimbingan orangtua dalam mengenalkan dan mengajarkan anak untuk memfilter hal-hal negatif yang mungkin ditimbulkan.

Hal itu terkemuka dalam talkshow “Kontroversi Perkembangan Teknologi Informasi Pada Anak” yang diselenggarakan oleh Unilever di Jakarta, (23/9).

Pakar Telematika, Roy Suryo mengatakan, permasalahan yang sering terjadi yaitu cara agar orang tua bisa berperan untuk menentukan teknologi apa yang cocok bagi anak dan dimengerti oleh orang tua.

“Teknologi informasi dapat kita manfaatkan karena dekat dengan diri kita,” ujarnya.

Menurut Roy, orang tua mempunyai peran demikian strategis. Dia mencontohkan, games. Tidak selamanya games memberikan dampak negatif. Ada juga dampak positif yakni mengenal perangkat yang digunakan bermain games untuk mengapresiasi anak terhadap perangkat teknologi.

Menyikapi akses internet yang demikian bebas. Apalagi menurut data yang dilansir Commerce.com, Indonesia menempati peringkat dua untuk kategori penyalahgunaan akses internet. Roy menuturkan, hal yang terpenting orang tua mencegah anak untuk mengakses internet diluar rumah.

“Orang tua harus memfasilitasi anak untuk tidak mengakses internet di luar. Dengan demikian orang tua dapat membimbing anak apa saja yang ingin diketahui anak,” jelasnya.

Penyanyi sekaligus ibu dari tiga orang anak, Shelomita mengatakan, dirinya merasa khawatir dengan perkembangan teknologi informasi saat ini.

“Sebagai orang tua, saya ingin memperlambat pengetahuan anak terhadap teknologi.” ujarnya artis yang belum lama membuka home schooling di bilangan senopati itu.

Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, maka dia merasa harus memperkenalkan teknologi kepada anak-anaknya.

“Saya sudah memperkenalkan anak saya komputer semenjak usia tiga tahun dan mendampingi mereka mengakses internet,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Roy mengatakan, teknologi yang semakin berkembang jangan membuat orangtua melarang anak menggunakan teknologi. Justru orangtua juga harus memahami teknologi bersama-sama.

“Orang tua tidak perlu khawatiir karena ada software khusus yang membantu memfilter situs-situs negatif,” ujarnya.

Roy menambahkan, sebaiknya orang tua memberikan informasi kepada anak untuk mencegahnya mencari tahu dari orang
lain. (cr2/ri)

sumber: http://www.republika.co.id


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: