<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rahmat Saripudin's Weblog</title>
	<atom:link href="http://rahmatsaripudin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rahmatsaripudin.wordpress.com</link>
	<description>Untuk Pendidikan Lebih Baik</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Mar 2011 23:08:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rahmatsaripudin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5363cf116b9c68471e2118e635e53ece?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Rahmat Saripudin's Weblog</title>
		<link>http://rahmatsaripudin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rahmatsaripudin.wordpress.com/osd.xml" title="Rahmat Saripudin&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rahmatsaripudin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Learner Characteristic</title>
		<link>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/02/28/learner-characteristic/</link>
		<comments>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/02/28/learner-characteristic/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 03:04:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmatsaripudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan Andragogi Genap 2010-2011]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Lepas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatsaripudin.wordpress.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Bagi anda yang merancang sebuah instructional untuk orang dewasa, baik dalam bentuk pelatihan, penyuluhan, magang, pendampingan, online learning, seminar maupun workshop anda sangat perlu mengenal audiens yang menjadi target. Sangat sulit bagi anda mendapatkan audien yang homogen, mengingat latar belakang dan pengalaman target audien anda sangat beragam. Berikut ini adalah point-point yang penting diperhatikan terkait [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=306&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi anda yang merancang sebuah <em>instructional </em>untuk orang dewasa, baik dalam bentuk pelatihan, penyuluhan, magang, pendampingan, <em>online learning</em>, seminar maupun workshop anda sangat perlu mengenal audiens yang menjadi target. Sangat sulit bagi anda mendapatkan audien<em> </em>yang homogen, mengingat latar belakang dan pengalaman target audien anda sangat beragam. Berikut ini adalah point-point yang penting diperhatikan terkait dengan karakteristik <em>learner</em>:</p>
<p><strong>1. <em>Intelectual Skill</em></strong></p>
<p>Keterampilan Inteteltual adalah kemampuan seseorang untuk memproses informasi yang masuk. Keterampilan intelektual dalam sebuah aktivitas pembelajaran memiliki peranan yang cukup strategis dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran.</p>
<p>Setiap kita akan merancang pembelajaran, kita perlu memperhatikan keterampilan intelektual ini. Bagi anda yang merancang pembelajaran dengan target peserta yang terbuka, misalnya rekrutmen peserta diumumkan pe publik dan tanpa batasan kriteria tertentu, maka kemungkinan besar anda akan mendapatkan peserta dengan keterampilan intelektual yang beragam.</p>
<p>Tantangannya adalah, anda sendiri yang merancang pembelajaran, memiliki tujuan khusus pembelajaran yang telah ditetapkan. Untuk itu maka anda perlu menggali keberagaman keterampilan intelektual peserta. Anda perlu dapat memprediksi sejauh mana kemampuan &#8220;calon peserta&#8221; dapat mengikuti ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah dicapai. Anda perlu melakukan dan menyediakan beragam keperluan untuk mencapai hal tersebut.</p>
<p>Sebagai catatan, keterampilan intelektual berkaitan erat dengan banyaknya &#8220;kosa kata&#8221; dan konsep yang telah dikuasai seseorang.</p>
<p><strong>2. Cognitive Strategies </strong></p>
<p>Strategi kognisi adalah prosedur mental yang dimiliki seseorang. Strategi kognisi akan memandu seseorang dalam mencerna informasi yang masuk, mengkaitkannya dengan informasi yang ada dan merangkai menjadi informasi baru.</p>
<p>Strategi Kognisi akan bekerja dengan baik jika Keterampilan Intelektual juga baik. Sebagai contoh, menurut anda apa maksud dari sms seorang teman ke teman yang lain dengan tulisan berikut:</p>
<p><em>&#8220;sis, bsk I ada rcn go k pernas, mo brg?&#8221;</em></p>
<p>mungkin sebagian anda akan menterjemahkan:</p>
<p>&#8220;sis, besok aku ada rencana pergi ke Pernas (sebagai sebuah tempat), mau bareng?</p>
<p>atau sebagian anda akan menterjemahkan:</p>
<p>&#8220;sis, besok aku ada rencana ke Perpustakaan Nasional, mau bareng?&#8221;</p>
<p>atau banyak kemungkinan lainnya, anda akan menterjemahkan sesuai dengan &#8220;kebiasaan anda&#8221; menterjemahkan kode-kode tersebut.</p>
<p><strong>3. Verbal Information</strong></p>
<p>Informasi verbal bagi orang dewasa akan memiliki makna yang tergantung pada pengalamannya. Untuk itulah maka setiap kita berkomunikasi perlu memperhatikan audiens yang diajak komunikasi. &#8220;berbicaralah sesuai dengan bahasa kaumnya&#8221;, kira-kira seperti itulah yang pernah Rasulullah SAW ingatkan kepada kita.</p>
<p>Implikasinya, misalnya anda akan menyelenggarakan pelatihan sertifikasi di Kota Depok, maka pemilihan nara sumber, pemilihan kata saat pelatihan berlangsung perlu berbeda dengan saat anda menyelenggarakan pelatihan yang sama di kabupaten Lebak.</p>
<p>Sebagai catatan, informasi verbal yang dikuasai seseorang merupakan modal awal dalam pengembangan dan peningkatan pengetahuan. sekali lagi, informasi verbal ini sangat berkait erat dengan pengalaman hidup setiap orang.</p>
<p>sebagai uji kemampuan verbal anda: buatlah sebanyak-banyaknya kata majemuk yang mengandung kata &#8220;batu&#8221; dalam waktu 10 menit. Berapa banyak kata majemuk yang anda buat?</p>
<p><strong>4. Attitude</strong></p>
<p>Hal yang keempat ini, bisa dikatakan sudah &#8220;basi&#8221; dan &#8220;biasa&#8221;. Penulis hanya coba mengingatkan, bahwa sikap seseorang dalam belajar akan mempengaruhi &#8220;daya belajarnya&#8221;.</p>
<p>Sikap dalam belajar dapat berkaitan erat dengan kenangan masa lalu, persepsi yang ada, konsep yang dipahami maupun rencana kedepan dengan konten belajar yang akan dipelajari.</p>
<p>Sikap positif dalam mengikuti pembelajaran akan memberikan hasil yang lebih baik sehingga tujuan belajar lebih mudah tercapai. untuk itulah maka dalam penyelenggaraan pembelajaran bagi orang dewasa sangat perlu senantiasa memperhatikan sikap belajar para pesertanya. Jangan bosan untuk selalu mengarahkan audien agar memiliki sikap positif.</p>
<p><strong>5. Abilities</strong></p>
<p>Pembahasan yang terakhir ini berkaitan dengan kemampuan dan ketidakmampuan seseorang dalam memahami konsep dan mengimplementasikannya dalam keseharian.</p>
<p>Perancang <em>instructional </em>perlu terus menggali kemampuan audien dalam mencapai tujuan pembelajaran, bahkan <em>outcome </em>dari pembelajaran yang dirancang.</p>
<p>oleh: Rahmat Saripudin, dari berbagai sumber</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatsaripudin.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatsaripudin.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatsaripudin.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatsaripudin.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/306/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=306&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/02/28/learner-characteristic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afbcc5d3e3882601795fd156a8b67f54?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">rahmatsaripudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prinsip-prinsip Belajar Pada Pembelajar Andragogi</title>
		<link>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/02/15/prinsip-prinsip-belajar-pada-pembelajar-andragogi/</link>
		<comments>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/02/15/prinsip-prinsip-belajar-pada-pembelajar-andragogi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2011 12:15:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmatsaripudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan Andragogi Genap 2010-2011]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Pendidik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatsaripudin.wordpress.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Knowles, Holton dan Sanson (1998) mengungkapkan lima asumsi bagi pembelajar andragogi. Kelima asumsi tersebut adalah: Pertama, Pembelajar tahu apa yang dibutuhkan Kedua, Pembelajar sudah memiliki konsep dan aturan sendiri sesuai pengalaman Ketiga, Pembelajar memiliki kesiapan belajar Keempat, Pembelajar memiliki orientasi pada belajar Kelima, Pembelajar memiliki motivasi internal untuk belajar Penulis mencoba menguraikan implikasi kelima asumsi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=298&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Knowles, Holton dan Sanson (1998) mengungkapkan lima asumsi bagi pembelajar andragogi. Kelima asumsi tersebut adalah:</p>
<p><em>Pertama, </em>Pembelajar tahu apa yang dibutuhkan</p>
<p><em>Kedua, </em>Pembelajar sudah memiliki konsep dan aturan sendiri sesuai pengalaman</p>
<p><em>Ketiga, </em>Pembelajar memiliki kesiapan belajar</p>
<p><em>Keempat, </em>Pembelajar memiliki orientasi pada belajar</p>
<p><em>Kelima, </em>Pembelajar memiliki motivasi internal untuk belajar</p>
<p>Penulis mencoba menguraikan implikasi kelima asumsi tersebut bagi upaya melakukan rekayasa pembelajaran untuk pembelajar orang dewasa.</p>
<p><strong><em>Pertama, </em> Pembelajar tahu apa yang dibutuhkan</strong></p>
<p>Ketika kita melakukan sebuah rancangan pembelajaran bagi orang dewasa, misalnya pelatihan, tentu dengan segera mengadakan pengumuman ke target peserta pelatihan yang dirancang. Mereka yang tertarik akan datang sendiri, dan bagi mereka yang belum tertarik tentu tidak akan datang mengikuti kegiatan tersebut. Dengan demikian, saat kita melakukan perancangan pembelajaran bagi orang dewasa maka asumsi yang dikedepankan adalah peserta hadir dalam acara karena tahu yang dibutuhkannya ada dalam acara tersebut.</p>
<p>Prinsip ini juga memberikan informasi kepada perancang <em>instructional </em> bahwa pembelajar yang akan hadir dalam kegiatan setidaknya:</p>
<p><em>a) </em>Pembelajar tahu mengapa ia belajar ditempat tersebut</p>
<p><em>b) </em>Pembelajar tahu keuntungan yang akan diperoleh dari apa yang akan dipelajarinya</p>
<p>Dari asumsi <em>pertama </em>ini kemudian dapat berimplikasi bahwa tutor/pengajar dapat mengajak pembelajar untuk berdiskusi terkait topik yang akan dibahas.</p>
<p><strong><em>Kedua, </em>Pembelajar Sudah Memiliki Konsep dan Aturan Sendiri sesuai Pengalaman</strong></p>
<p>Pembelajar orang dewasa adalah mereka yang sudah memiliki pengalaman hidup yang panjang. Mereka telah banyak belajar dari pengalaman hidup yang telah dilewatinya, baik dari proses belajar formal maupun proses belajar informal. Pengalaman hidup dan hasil belajar yang panjang tersebut kemudian akan melahirkan persepsi tertentu terhadap sebuah penomena. Artinya, pembelajar dewasa secara umum telah memiliki pola pikir tersendiri terhadap objek maupun subjek yang akan dipelajarinya.</p>
<p>Misalnya, saat kita akan mengadakan penyuluhan bertani cabai di pedesaan, umumnya para peserta telah memiliki persepsi dan <em>mind set </em>tentang bertani cabai, berdasarkan pengalaman yang pernah dilaluinya. Mungkin ada peserta yang sudah merasakan gagal bertani cabai dia akan mencoba mencari tahu selama penyuluhan apa yang menyebabkan kegagalan panen yang pernah dialaminya. Dan bisa saja dia akan membandingkan setiap langkah yang dijelaskan penyuluh dengan langkah-langkah yang pernah dilakukannya.</p>
<p>Dengan latar belakang pengalaman yang sudah dimiliki tersebut, kemungkinan akan memberikan dua dampak yaitu pembelajar sudah memiliki persepsi baik atau buruk terhadap pembelajaran yang akan diikuti dan bisa saja peserta menjadi resisten terhadap nilai-nilai baru yang dibawa oleh fasilitator atau tutor.</p>
<p>Implikasi yang kemudian perlu diperhatikan dalam pembelajaran orang dewasa dengan basis asumsi <em>kedua </em> ialah proses pembelajaran harus benar-benar dapat mentransformasikan &#8220;<em>nilai lama&#8221; </em>kepada <em>&#8220;nilai baru&#8221;</em> melalui refleksi maupun studi kasus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Ketiga, Pembelajar Memiliki Kesiapan Belajar</strong></em></p>
<p>Pembelajar orang dewasa setidaknya mengetahui untuk apa dia mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan. Dengan demikian maka pembelajar orang dewasa asumsinya menjadi lebih memiliki kesiapan belajar. Dengan memiliki kesiapan belajar maka, pembelajar dewasa akan memiliki kesiapan mental. Biasanya juga pembelajar orang dewasa sudah menemukan gaya belajar yang cocok bagi dirinya. Implikasi dari asumsi ini ialah pembelajar orang dewasa dapat diberikan <em><strong>&#8220;beban belajar&#8221;</strong></em> dan dapat diajak diskusi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Keempat, </em>Pembelajar Memiliki Orientasi Belajar</strong></p>
<p>Pembelajar orang dewasa ketika memutuskan mengikuti sebuah aktivitas pembelajaran yang bersangkutan sudah memiliki arah dari pilihannya. Terhadap apa yang dipelajarinya, Pembelajar orang dewasa umumnya ingin melihat bahwa apa yang dipelajari dapat diaplikasikan di dunia nyata. Selain itu pembelajar orang dewasa biasanya ingin melihat bahwa apa yang dipelajarinya dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah keseharian yang dihadapi olehnya.</p>
<p><em>Implikasi </em>dari asumsi <em>keempat </em>iala pembelajar orang dewasa lebih mudah diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Kelima, </em>Pembelajar memiliki motivasi internal untuk belajar</strong></p>
<p>Saat pembelajar orang dewasa memutuskan untuk mengikuti sebuah pembelajaran, maka dapat disimpulkan bahwa keikutsertaannya didasarkan pada kesadaran dirinya bahwa ia tahu manfaat yang akan diperoleh dari apa yang akan dipelajarinya. Dengan pembelajar mengetahui manfaat yang akan diperolehnya maka diasumsikan akan memberikan dorongan dari dalam diri berupa motivasi internal untuk mengikuti pembelajaran. Selanjutnya, dengan pengetahuan akan manfaat tersebut maka ia juga akan memiliki rencana terhadap apa yang akan dipelajarinya.</p>
<p>Implikasi dari asumsi <em>kelima </em>ini ialah pembelajar akan lebih mudah mencapai tujuan dan pembelajar bisa diajak kerjasama.</p>
<p>Selain asumsi-asumsi terhadap pembelajar orang dewasa, dalam perancangan pembelajaran bagi orang dewasa perlu juga mengenal prinsip-prinsip belajar.</p>
<p>Prinsip-prinsip Belajar menurut Gagne terdiri atas :</p>
<p><strong><em>Contiguity</em></strong></p>
<p>Prinsip ini menjelaskan bahwa stimulus yang diberikan harus berhubungan dengan respon yang diharapkan. Prinsip ini juga menekankan bahwa sebuah pembelajaran haruslah dirancang secara baik. Tujuan pembelajaran hendaknya ditentukan sejak awal sebelum pembelajaran berlangsung. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan kemudian akan menjadi <em>driver </em>dalam proses pembelajaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Repetition</strong></em></p>
<p>Prinsip ini mengandung makna bahwa stimulus dan respon dalam pembelajaran seringkali memerlukan pengulangan untuk menjamin pasti bahwa tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan benar.</p>
<p>Dari prinsip ini pula kemudian dapat dikembangkan bahwa tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan perlu dijadikan pegangan dalam pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya perlu dilakukan pengecekan ulang atau penjelasan ulang sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan benar-benar tercapai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Reinforcement</em></strong></p>
<p><em>Reinforcement </em>atau penguatan merupakan prinsip ketiga dalam prinsip belajar Gagne. Penguatan merupakan salah satu prinsip yang sangat penting dalam pembelajaran. Salah satu prinsip <em>reinforcement </em>mengungkapkan bahwa tujuan pembelajaran akan tercapai jika pembelajaran berlangsung dalam keadaan nyaman.</p>
<p><em>Reinforcement </em>dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, mulai dari penataan lingkungan, penggunaan media, penggunaan komunikasi verbal dan non verbal dan aktifitas lain yang memberikan penguatan pada <em>learner </em>dalam meningkatkan pemahamannya terhadap apa yang dipelajari.</p>
<p>Implikasi dari prinsip ini ialah tutor atau fasilitator dalam pembelajaran orang dewasa harus sensntiasa memperhatikan berbagai macam factor yang memberikan penguatan serta harus terus berupaya memberikan penguatan agar tujuan pembelajaran tercapai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Negosiasi makna</strong></p>
<p>Belajar pada dasarnya adalah sebuah proses membangun makna. Seorang pembelajar pada dasarnya telah memiliki konsep atau makna tersendiri sebelum pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu maka dalam pembelajaran perlu dilakukan penyamaan persepsi terlebih dahulu untuk kemudian secara perlahan membangun kontruksi pemahaman baru. Mungkin menggantikan makna sebelumnya atau memperkuat makna ataupun meningkatkan makna yang telah ada.</p>
<p>Implikasi dari prinsip ini ialah bahwa dalam pembelajaran perlu dilakukan apersepsi terlebih dahulu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi mahasiswa STIT Nurul Fikri, tugas selanjutnya yang harus dilakukan adalah beri contoh implementasi dalam pembelajaran orang dewasa yang menerapkan asumsi pembelajaran andragogi menurut Knowles, dkk serta prinsip-prinsip belajar Gagne.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatsaripudin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatsaripudin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatsaripudin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatsaripudin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=298&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/02/15/prinsip-prinsip-belajar-pada-pembelajar-andragogi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afbcc5d3e3882601795fd156a8b67f54?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">rahmatsaripudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekolah Dasar Kita: Kewajiban Siapa? Siapa yang jadi korban? Dari mana memulai?</title>
		<link>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/02/02/sekolah-dasar-kita-kewajiban-siapa-siapa-yang-jadi-korban-dari-mana-memulai/</link>
		<comments>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/02/02/sekolah-dasar-kita-kewajiban-siapa-siapa-yang-jadi-korban-dari-mana-memulai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 07:08:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmatsaripudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan Andragogi Genap 2010-2011]]></category>
		<category><![CDATA[Problematika Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatsaripudin.wordpress.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Rahmat Saripudin Suatu saat saya memberikan kuliah kepada para mahasiswa yang berlatar belakang Guru Sekolah Dasar di sekitar Bogor, saya tidak menceritakan Mahasiswa tersebut melainkan apa yang ada di sekolahnya.. dan sekolah kebanyakan rakyat Indonesia. Dialog dimulai dari Manajemen Berbasis Sekolah yang sedang gencar-gencarnya digalakan oleh berbagai elemen pendukung pendidikan, sebagian besar dari Guru-guru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=295&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh: Rahmat Saripudin</p>
<p>Suatu saat saya memberikan kuliah kepada para mahasiswa yang berlatar belakang Guru Sekolah Dasar di sekitar Bogor, saya tidak menceritakan Mahasiswa tersebut melainkan apa yang ada di sekolahnya.. dan sekolah kebanyakan rakyat Indonesia.</p>
<p>Dialog dimulai dari Manajemen Berbasis Sekolah yang sedang gencar-gencarnya digalakan oleh berbagai elemen pendukung pendidikan, sebagian besar dari Guru-guru tersebut tidak paham apa itu Manajemen Berbasis Sekolah. Bukan tidak paham definisi-nya, namun tidak paham seperti apa pelaksanaan semestinya. Salah satu implementasi MBS adalah memberikan kewenangan pada sekolah untuk melaksanakan berbagai program yang dimaksudkan untuk mencapai visi dan misi sekolah tersebut. Tapi tengoklah apa yang terjadi, visi yang agung terasa sulit diimplementasikan manakala realita tidak sejalan.</p>
<p>Sebutlah, sekolah mahasiswa tersebut memiliki visi mencetak generasi yang cerdas dan bertaqwa. Guru agak sulit mengimpelemntasikan visi tersebut. Disekolahnya satu kelas SD dengan ruang sekitar 56m2 dijejali anak dengan jumlah 60 orang!!! bahkan lebih.</p>
<p>Tengoklah Standar Nasional Pendidikan, yang dibuat pemerintah yang mensyaratkan luas ruangan 2 m2 per siswa dan jumlah maksimal 32 orang per kelas!!! bukan luas dan jumlah saja yang agar sulit dicerna.</p>
<p>Siswa kelas 1 SD misalnya, masuk jam 7 pulang jam 9. bayangkan dengan satu orang Guru, siswa begitu berjubel, dan waktu belajar 120 menit!!! buang usia dan buang potensi selama 1 tahun. Salah, ternyata bukan 1 tahun. ditahun ke-2, atau kelas 2 SD waktu dan kondisi berjalan tidak jauh berbeda.</p>
<p>ALLAH-hu rabbi,&#8230; dua tahun sudah anak-anak mengalami pembiaran potensi&#8230; ternnyata tidak&#8230; waktu terus berjalan sampai kelas 6&#8230; dan seterusnya.</p>
<p>Saya pernah melakukan penelitian di kawasan Sukabumi, kondisi demikian tampak di depan mata saat itu. Sekolah dengan 5 orang Guru termasuk di dalamnya Kepala Sekolah, padahal jumlah kelas ada 6&#8230;</p>
<p>Ini adalah sekedar penghantar, ada masalah besar yang kita hadapi saat ini. Mungkin benar kata teman, kondisi sekolah demikianI bukan saja di kampung-kampung, bahkan di jakarta atau sekitar jakarta yang hanya beberapa km dari Jalan Sudirman, tempat berbagai kebijakan pendidikan di keluarkan&#8230;</p>
<p>Pendidikan adalah hak seluruh rakyat, maka negara memiliki kewajiban untuk menyediakannya. bukan sekedar menggugurkan kewajiban, namun berilah pendidikan yang bermutu. Dimana pra syarat mencapai pendidikan bermutu wajib diberikan oleh pemerintah. Misalnya, untuk mencapai pendidikan bermutu perlu ruang kelas yang memenuhi standar kesehatan, ruang kelas yang memenuhi standar psikologi belajar, ruang kelas yang memberikan kesempatan Guru untuk menerapkan strategi terbaiknya&#8230; dan ini sebenarnya sudah ada dalam SNP&#8230; lantas apa? (kata iwan Fals) Kehendak sungguh-sungguh untuk menuntaskannya.. mungkin itu jawaban yang dibutuhkan&#8230; meski baru kehendak.</p>
<p>Terkait dengan menjamurnya sekolah-sekolah dengan standar mutu yang baik, sering juga disalah artikan oleh sebagaian besar masyarakat. Seringkali Sekolah Swasta yang menyediakan pendidikan baik dianggap tidak adil, padahal marilah kita lihat akar masalahnya. Berdirinya banyak sekolah swasta yang bermutu, dan berkonsekuensi pada biaya yang mahal (gedung yang harus dibangun, tanah yang harus dibeli, Guru yang harus digaji layak, media dan sumber belajar yang harus variatif dll) sering disalah artikan tidak peduli dengan anak-anak dari kalangan tidak berada. Padahal mestinya dilihat sebagai protes terhadap pemerintah yang tidak dapat memenuhi dan menyediakan sekolah publik (sekolah negeri) yang memenuhi standar mutu yang diharapkan. dan yang harus dituntut adalah PEMERINTAH!!!! bukan sekolah swasta, asalkan sekolah SWASTA tersebut sudah memenuhi kaidah-kaidah AKUNTABILITAS. misal sudah berani di audit oleh akuntan publik.</p>
<p>Kembali kita berbicara tentang sekolah untuk orang kebanyakan, kita tidak berbicara tentang sekolah alternatif yang digagas masyarakat dalam bentuk sekolah swasta. Karena sekolah negeri adalah sekolah yang mudah diakses dan menyebar hampir di seluruh Indonesia, maka user-nya tentu saja masyarakat Indonesia secara umum. Dalam Konteks ini maka kita bisa menyebut bahwa 85% adalah anak kaum muslimin yang 20 &#8211; 30 tahun yang akan datang akan menjadi penerus negeri ini&#8230; ini berarti, jika kondisi ini berjalan begitu saja, ada jutaan anak kaum muslimin yang sedang mengalami &#8220;pembiaran potensi&#8221;, sehingga jangan berharap jika kondisi kaum muslimin Indonesia di masa yang akan datang tidak jauh berbeda dengan saat ini. atau bahkan lebih mundur? karena negara lain sudah demikian maju, dan kita akan menjadi penonton&#8230;.. apakah kita akan diam?</p>
<p>Tentu tidak, kita harus bergerak, kita harus memberikan kontribusi sekecil apapun yang bisa diperbuat. Tak mengapa orang lain tidak tahu, tak mengapa koran tidak menuliskannya, tak mengapa pemerintah tak pernah menyematkan gelar pahlawan. Cukuplah Allah, Rasul dan orang-orang beriman yang menjadi saksi atas apa yang kita perbuat&#8230;</p>
<p>Banyak peranan yang bisa dilakukan, mulai dari mengkoordinir sekolah-sekolah di sekitar kita untuk diberikan pencerahan, pendampingan dan perbaikan mutu. Bisa juga mulai dari mengumpulkan donasi dan buku sumbangan untuk disalurkan ke sekolah-sekolah sebagai tambahan sumber belajar.. syukur-syukur dana yang terkumpul mampu mengembangkan sekolah secara tersistematis, mulai dari SDM, sarana, manajemen dll dan mungkin banyak lagi yang bisa diperbuat.</p>
<p>Sekarang, saya dan anda akan berbuat apa?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatsaripudin.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatsaripudin.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatsaripudin.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatsaripudin.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/295/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=295&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/02/02/sekolah-dasar-kita-kewajiban-siapa-siapa-yang-jadi-korban-dari-mana-memulai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afbcc5d3e3882601795fd156a8b67f54?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">rahmatsaripudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hendak dibawa kemana Sekolah Dasar di negeri ini?</title>
		<link>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/02/02/hendak-dibawa-kemana-sekolah-dasar-di-negeri-ini/</link>
		<comments>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/02/02/hendak-dibawa-kemana-sekolah-dasar-di-negeri-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 06:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmatsaripudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan Andragogi Genap 2010-2011]]></category>
		<category><![CDATA[Problematika Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Pendidik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatsaripudin.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Rahmat Saripudin Sebuah renungan terhadap SD almamater&#8230; &#160; Kamis siang, 20 januari 2011 lalu saya melewati SD, tempat saya bersekolah tahun 1983 &#8211; 1989. Sekolah tersebut tampak tidak terawat padahal masih banyak siswa yang sedang belajar. Saya tidak melihat perpustakaan yang ramai seperti waktu saya SD dulu. Mungkin, jangankan ramai, wong perpustakaannya saja tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=293&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh: Rahmat Saripudin</p>
<p>Sebuah renungan terhadap SD almamater&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kamis siang, 20 januari 2011 lalu saya melewati SD, tempat saya bersekolah tahun 1983 &#8211; 1989. Sekolah tersebut tampak tidak terawat padahal masih banyak siswa yang sedang belajar. Saya tidak melihat perpustakaan yang ramai seperti waktu saya SD dulu. Mungkin, jangankan ramai, wong perpustakaannya saja tidak tampak.</p>
<p>Saya coba mengumpulkan serpihan ingatan, dimasa itu&#8230;..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namanya Iim Ibrahim Rukimat, orang-orang menyebutnya pak Iim. beliau adalah kepala Sekolah yang, subhanallah&#8230;. Punya idealisme, Guru sejati, dan punya visi yang jelas ingin seperti apa anak didiknya kelak. Saat itu saya SD kelas V, adalah kebiasaan beliau melibatkan siswa dalam kegiatan-kegiatan sekolah, saya dipanggil untuk sebuah amanah baru: menjadi PENJAGA PERPUSTAKAAN&#8230; sebuah <em>jabatan </em>yang sudah saya idam-idamkan saat itu. Mengapa? karena<em>jabatan </em>ini memungkinkan saya selalu <em>ngepos </em>di perpustakaan. Pekerjaannya adalah: merapihkan buku, mencatat buku baru, melayani peminjaman dan pengembalian dan senantiasa <em>stay </em>di perpustakaan saat tidak sedang belajar di kelas. dan juga ada keuntungan lebih&#8230;. bisa baca buku apa saja dan berapa saja&#8230;.</p>
<p>suasana tersebut kini tak tampak&#8230;.. wong perpustakaannya saja saya tak lihat&#8230;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beliau, pak Iim adalah kepala sekolah yang senantiasa memotivasi kami untuk terus berprestasi&#8230; saya ingat betul saat SD kelas I diajarkan calistung oleh beliau&#8230; salah tidak disalah-salahkan, betul mendapatkan pujian&#8230; plus tantangan soal baru yang lebih menantang&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beliau, pak Iim adalah kepala sekolah yang senantiasa punya ide menarik pada zamannya dan <em>out of the box.. </em>saat kelas V, ada teman saya yang belum bisa mengkonversi dari gram ke kilogram, dari ons ke kilogram dan sejenisnya. Unik, beliau meminta dua orang teman saya yang tidak bisa tersebut berangkat ke warung yang berbeda dan disuruh membeli barang dengan sebutan satuan yang berbeda&#8230; sebut saja teman saya si A, disuruh membeli 500 gram gula pasir, dan 1 kg beras.. teman saya yang lain ke warung yang berbeda disuruh membeli 5 ons gula pasir dan 1000gram beras&#8230; mereka ke warung.. dan belajarlah tentang konversi satuan di warung.. hasilnya&#8230; teman saya punya pengalaman kuat tentang konversi satuan dan bisa menyelesaikan masalah satuan.. itu terjadi sekitar awal tahun 1988&#8230;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beliau, pak Iim namanya yang senantiasa memastikan kami harus terus belajar, jika ada Guru yang tidak hadir karena satu dan lain hal.. maka beliau totalitas menggantikannya&#8230;..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>mungkin banyak lagi kisah yang serpihannya belum dapat saya kumpulkan..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>namun, kini saya tidak melihat kondisi tersebut di SD almamater..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sepertinya, tidaklah mungkin kita menyalahkan Kepala sekolah yang sekarang memimpin, karena dia lahir dari sebuah proses. Dan jika dia memang tidak layak dipersalahkan, karena bukan hanya satu SD yang mengalami kondisi demikian, tapi disekolah-sekolah lain di Kuningan sana cukup mudah kita temukan..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>padahal, usia SD adalah usia yang sangat strategis untuk memaksimalkan fungsi otak, melatih keterampilan berpikir, menanamkan karakter pembelajar, membentuk karakter, dan sebagainya&#8230; lantas.. jika usia ini dibiarkan berlalu seiring perjalanan waktu.. apa yang nanti akan diperoleh? siapa kemudian yang bertanggung jawab?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>GELISAHh!!! ya, kita harus gelisah &#8211; sementara DPR ribut dengan gedung baru, pemimpin negeri ribut dengan kenaikan gaji (padahal 2 milar perbulan cukup untuk mengentaskan ketidakberdayaan ribuan sekolah), KORUPSI PAJAK, dan triliunan rupiah uang tidak jelas juntrungannya.. baik oleh penguasa maupun pengusaha rekannya penguasa&#8230; &#8211; disisi lain banyak anak-anak kehilangan masa keemasannya, kehilangan masa potensi berkembang karena minimnya perhatian dan stimulus..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ya ALLAH, berilah kami kekuatan dalam berbuat memperbaiki negeri ini&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatsaripudin.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatsaripudin.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatsaripudin.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatsaripudin.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=293&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/02/02/hendak-dibawa-kemana-sekolah-dasar-di-negeri-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afbcc5d3e3882601795fd156a8b67f54?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">rahmatsaripudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Andragogy</title>
		<link>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/01/27/andragogy/</link>
		<comments>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/01/27/andragogy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 03:18:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmatsaripudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkuliahan Andragogi Genap 2010-2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatsaripudin.wordpress.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[From Wikipedia, (http://en.wikipedia.org/wiki/Andragogy) Andragogy consists of learning strategies focused on adults. It is often interpreted as the process of engaging adult learners with the structure of learning experience. Originally used by Alexander Kapp (a German educator) in 1833, andragogy was developed into a theory of adult education by the American educator Malcolm Knowles. Knowles asserted that andragogy (Greek: &#8220;man-leading&#8221;) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=286&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 id="firstHeading"><span style="font-weight:normal;font-size:13px;">From Wikipedia, (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Andragogy">http://en.wikipedia.org/wiki/Andragogy</a>)</span></h1>
<div id="bodyContent">
<p><strong>Andragogy</strong> consists of learning strategies focused on adults. It is often interpreted as the process of engaging adult learners with the structure of learning experience. Originally used by <a title="Alexander Kapp" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alexander_Kapp">Alexander Kapp</a> (a German educator) in 1833, andragogy was developed into a theory of <a title="Adult education" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adult_education">adult education</a> by the <a title="United States" href="http://en.wikipedia.org/wiki/United_States">American</a> educator <a title="Malcolm Knowles" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Malcolm_Knowles">Malcolm Knowles</a>.</p>
<p>Knowles asserted that andragogy (Greek: &#8220;man-leading&#8221;) should be distinguished from the more commonly used <em><a title="Pedagogy" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pedagogy">pedagogy</a></em> (Greek: &#8220;child-leading&#8221;).</p>
<p>Knowles&#8217; theory can be stated with six assumptions related to <a title="Motivation" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Motivation">motivation</a> of adult learning:<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Andragogy#cite_note-0">[1]</a></sup><sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Andragogy#cite_note-1">[2]</a></sup></p>
<ol>
<li>Adults need to know the reason for learning something (Need to Know)</li>
<li><a title="Experience" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Experience">Experience</a> (including <a title="Error" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Error">error</a>) provides the basis for learning activities (Foundation).</li>
<li>Adults need to be responsible for their decisions on education; involvement in the <a title="Planning" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Planning">planning</a> and <a title="Evaluation" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Evaluation">evaluation</a> of their instruction (Self-concept).</li>
<li>Adults are most interested in learning subjects having immediate <a title="Relevance" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Relevance">relevance</a> to their work and/or personal lives (Readiness).</li>
<li>Adult learning is <a title="Problem" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Problem">problem</a>-centered rather than content-oriented (Orientation).</li>
<li>Adults respond better to internal versus external motivators (Motivation).</li>
</ol>
<p>The term has been used by some to allow discussion of contrast between self-directed and &#8216;taught&#8217; education.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Andragogy#cite_note-2">[3]</a></sup></p>
<h2>Diversity and generalization</h2>
<p>Adult learners are a very diverse<sup>[<em><a title="Wikipedia:Please clarify" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Please_clarify">examples needed</a></em>]</sup> group. Graduate students in medicine or physics may respond differently<sup>[<em><a title="Wikipedia:Please clarify" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Please_clarify">examples needed</a></em>]</sup> from executive MBA students or adults returning to complete their high school diplomas. Knowles&#8217; theory may not hold for many groups of adult students.</p>
<h2>Critique</h2>
<p>Knowles himself changed his position on whether andragogy really applied only to adults and came to believe that &#8220;pedagogy-andragogy represents a continuum ranging from teacher-directed to student-directed learning and that both approaches are appropriate with children and adults, depending on the situation.&#8221; <sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Andragogy#cite_note-3">[4]</a></sup></p>
<h2>References</h2>
<div>
<div>
<ol>
<li id="cite_note-0"><strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Andragogy#cite_ref-0">^</a></strong> (nd) <a rel="nofollow" href="http://tip.psychology.org/knowles.html">Andragogy (M. Knowles)</a> <em>Theory into Practice</em> website. Retrieved 29 May 2007.</li>
<li id="cite_note-1"><strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Andragogy#cite_ref-1">^</a></strong> (nd) <a rel="nofollow" href="http://www.infed.org/lifelonglearning/b-andra.htm">Andragogy</a> Informal Education Encyclopedia. Retrieved 29 May 2007.</li>
<li id="cite_note-2"><strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Andragogy#cite_ref-2">^</a></strong> <a rel="nofollow" href="http://www.chris-kimble.com/CLEE/Book_1/Chapters/Chapter_15.html">Hansman (2008)</a> Adult Learning in Communities of Practice: Situating Theory in Practice</li>
<li id="cite_note-3"><strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Andragogy#cite_ref-3">^</a></strong> Merriam, et al (2007). Learning in Adulthood: A Comprehensive Guide, p. 87</li>
</ol>
</div>
</div>
<h2>Further reading</h2>
<ul>
<li><a title="Malcolm Knowles" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Malcolm_Knowles">Knowles, Malcolm</a>; Holton, E. F., III; Swanson, R. A. (2005). <a rel="nofollow" href="http://books.google.com/books?id=J6qGsHBj7nQC"><em>The adult learner: The definitive classic in adult education and human resource development (6th ed.)</em></a>. Burlington, MA: Elsevier.</li>
<li>Thorpe, Mary; Edwards, Richard; Hanson, Ann (1993). <a rel="nofollow" href="http://books.google.com/books?id=l9EOAAAAQAAJ"><em>Culture and processes of adult learning</em></a>. Routledge.</li>
<li>Merriam, Sharran; Caffarella, Rosemary; Baumgartner, Lisa (2007). <em>Learning in Adulthood: A Comprehensive Guide (3rd ed.)</em>. San Francisco, CA: John Wiley &amp; Sons.</li>
<li>Smith, M. K. (1996; 1999) <a rel="nofollow" href="http://www.infed.org/lifelonglearning/b-andra.htm">&#8216;Andragogy&#8217;</a>, in the Encyclopaedia of Informal Education.</li>
<li>Roberts, Michael (2007). <a rel="nofollow" href="http://ecommons.txstate.edu/arp/209/">&#8220;Applying the Andragogical Model of Adult Learning: A Case Study of the Texas Comptroller&#8217;s Fiscal Management Division&#8221;</a>. Applied Research Project. Texas State University.</li>
</ul>
<h2>External links</h2>
<ul>
<li><a rel="nofollow" href="http://www.astd.org/">American Society of Training and Development</a></li>
<li><a rel="nofollow" href="http://www.nasje.org/">National Association of State Judicial Educators</a></li>
<li><a rel="nofollow" href="http://www-distance.syr.edu/andraggy.html">Moving From Pedagogy To Andragogy</a></li>
</ul>
<h2>See also</h2>
<ul>
<li><a rel="nofollow" href="http://www.iiis.org/CDs2009/CD2009SCI/ag2009/PapersPdf/A064IQ.pdf"><em>Cooperative Education: Andragogy</em></a></li>
<li><a title="Adult education" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adult_education">Adult education</a></li>
<li><a title="Andragogical learning theory" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Andragogical_learning_theory">Andragogical learning theory</a></li>
<li>The <a title="Learning Plan" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Learning_Plan">Learning Plan</a> and the <a title="EPortfolio" href="http://en.wikipedia.org/wiki/EPortfolio">ePortfolio</a> are emerging as important tools that adults can use to manage their own learning.</li>
<li><a title="Motivation" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Motivation">Motivation</a></li>
<li><a title="Situated learning" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Situated_learning">Situated learning</a> a model of learning often associated with adult learners.</li>
<li><a title="Heutagogy" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Heutagogy">Heutagogy</a></li>
</ul>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatsaripudin.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatsaripudin.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatsaripudin.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatsaripudin.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/286/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=286&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/01/27/andragogy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afbcc5d3e3882601795fd156a8b67f54?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">rahmatsaripudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Silabus Andragogi Semester Semester Genap Tahun 2010-2011</title>
		<link>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/01/27/silabus-andargogi-semester-semester-genap-tahun-2010-2011/</link>
		<comments>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/01/27/silabus-andargogi-semester-semester-genap-tahun-2010-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 03:01:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmatsaripudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkuliahan Andragogi Genap 2010-2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatsaripudin.wordpress.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[A. Deskripsi Mata Kuliah Mata Kuliah ini bertujuan agar mahasiswa mengetahui tentang pendidikan orang dewasa dan dapat menerapkannya dalam perancangan pendidikan orang dewasa. B. Kompetensi Mata Kuliah : Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa memahami konsep pendidikan orang dewasa, organisasi, penyelenggaraan pendidikan orang dewasa, teori dan penerapannya. C. Topik, Aktivitas, Tugas dan Sumber Belajar Pert. Ke Tanggal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=282&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A. Deskripsi Mata Kuliah</strong></p>
<p>Mata Kuliah ini bertujuan agar mahasiswa mengetahui tentang pendidikan orang dewasa dan dapat menerapkannya dalam perancangan pendidikan orang dewasa.</p>
<p><strong>B. Kompetensi Mata Kuliah :</strong></p>
<p>Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa memahami konsep pendidikan orang dewasa, organisasi, penyelenggaraan pendidikan orang dewasa, teori dan penerapannya.</p>
<p><strong>C. Topik, Aktivitas, Tugas dan Sumber Belajar</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="642">
<thead>
<tr>
<td width="78" valign="top"><strong>Pert. Ke</strong></td>
<td width="90" valign="top"><strong>Tanggal</strong></td>
<td width="114" valign="top"><strong>Topik</strong></td>
<td width="360" valign="top"><strong>Deskripsi/Aktivitas/Tugas/ Evaluasi</strong></td>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td width="78" valign="top">1</td>
<td width="90" valign="top">27 Jan 2011</td>
<td width="114" valign="top">Kontrak Kuliah</td>
<td width="360" valign="top">Perkenalan, penjelasan Silabus, dan test pendahuluan   dan Pembagian Kelompok&nbsp;</p>
<p><strong>Tugas Individu</strong>: membuat karya   tulis Ilmiah dengan tema Pendidikan Orang Dewasa. Sudut penulisan bisa berupa   media pendidikan orang dewasa, model pendidikan orang dewasa atau inovasi   pendidikan orang dewasa, atau apapun terkait dengan pendidikan orang dewasa.   Dikumpulkan maksimal <strong>20 Februari 2011 </strong>melalui   e-mail dan akan di <em>upload </em>di <em>rahmatsaripudin.wordpress.com</em>.</td>
</tr>
<tr>
<td width="78" valign="top">2</td>
<td width="90" valign="top">27 Jan 2011</td>
<td width="114" valign="top">Andragogy Vs Pedagogy</td>
<td width="360" valign="top">Penjelasan pegertian andragogi, perbedaan dan persamaan   andragogy dengan pedagogy</td>
</tr>
<tr>
<td width="78" valign="top">3</td>
<td width="90" valign="top">3 Feb 2011</td>
<td width="114" valign="top"><em>Learner factor</em></td>
<td width="360" valign="top">Faktor-faktor yang memperngaruhi pembelajaran orang   dewasa</td>
</tr>
<tr>
<td width="78" valign="top">4</td>
<td width="90" valign="top">10 Feb 2011</td>
<td width="114" valign="top">Prinsip-prinsip Belajar</td>
<td width="360" valign="top">Membahas tentang prinsip-prinsip belajar dan kondisi   belajar</td>
</tr>
<tr>
<td width="78" valign="top">5</td>
<td width="90" valign="top">17<em> Feb 2011 </em></td>
<td width="114" valign="top"><em>The learnercharacteristics</em></td>
<td width="360" valign="top">Membahas tentang karakteristik pembelajar   sebagai acuan pera-ncangan pembelajaran andragogi</td>
</tr>
<tr>
<td width="78" valign="top">6</td>
<td width="90" valign="top"><em>24 Febr 2011</em></td>
<td width="114" valign="top"><em>Motivation to learn</em></td>
<td width="360" valign="top">Membahas tentang peranan motivasi dan   strategi motivasi untuk pembelajaran orang dewasa</td>
</tr>
<tr>
<td width="78" valign="top">7</td>
<td width="90" valign="top"><em>3 Mar 2011</em></td>
<td width="114" valign="top"><em>UTS</em></td>
<td width="360" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="78" valign="top">8</td>
<td width="90" valign="top"><em>10</em> Mar 2011</td>
<td width="114" valign="top">Model Pendidikan Orang Dewasa I</td>
<td width="360" valign="top">Membahas tentang model-model pendidikan   untuk orang dewasa: Pelatihan, Seminar &amp; workshop</td>
</tr>
<tr>
<td width="78" valign="top">9</td>
<td width="90" valign="top">17 Mar 2011</td>
<td width="114" valign="top">Model Pendidikan Orang Dewasa II</td>
<td width="360" valign="top">Pembelajaran Terbuka jarak Jauh</td>
</tr>
<tr>
<td width="78" valign="top">10</td>
<td width="90" valign="top">24 Mar 2011</td>
<td width="114" valign="top">Perancangan Pembuatan Model Pendidikan Orang Dewasa</td>
<td width="360" valign="top">Membahas tentang perancangan model   pendidikan bagi orang dewasa</td>
</tr>
<tr>
<td width="78" valign="top">11</td>
<td width="90" valign="top">31 Mar 2011</td>
<td width="114" valign="top">Presentasi Perancangan Model</td>
<td width="360" valign="top">Presentasi mahasiswa&nbsp;</p>
<p>Kelompok I : Pelatihan</p>
<p>Kelompok II: Workshop</td>
</tr>
<tr>
<td width="78" valign="top">12&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</td>
<td width="90" valign="top">7 Apr 2011</td>
<td width="114" valign="top">Presentasi Perancangan Model</td>
<td width="360" valign="top">Presentasi mahasiswa&nbsp;</p>
<p>Kelompok III: Seminar</p>
<p>Kelompok IV: Pembelajaran Terbuka Jarak Jauh</td>
</tr>
<tr>
<td width="78" valign="top">13&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</td>
<td width="90" valign="top">14 Apr 2011</td>
<td width="114" valign="top">Review Perkuliahan</td>
<td width="360" valign="top">Membahas secara singkat materi   perkualiahan, diskusi dan pemantapan<em> </em></td>
</tr>
<tr>
<td width="78" valign="top">14</td>
<td width="90" valign="top">21 Apr 2011</td>
<td width="114" valign="top">UAS</td>
<td width="360" valign="top"><strong> </strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>D. Penilaian </strong></p>
<ol>
<li>Penilaian Tugas Individu dan Tugas Kelompok</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="37" valign="top">No</td>
<td width="288" valign="top">Aspek yang dinilai</td>
<td width="66" valign="top">Skor</td>
<td width="216" valign="top">Keterangan</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">1</td>
<td width="288" valign="top">Tugas dikumpulkan tepat waktu</td>
<td width="66" valign="top">40</td>
<td width="216" valign="top">Terlambat minus 5 point per minggu</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">2</td>
<td width="288" valign="top">Struktur Pembahasan</td>
<td width="66" valign="top">20</td>
<td width="216" valign="top">Urutan sub bahasan</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">3</td>
<td width="288" valign="top">Muatan</td>
<td width="66" valign="top">30</td>
<td width="216" valign="top">Kesesuaian isi dengan tema dari tugas yang diberikan</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">4</td>
<td width="288" valign="top">Tata bahasa</td>
<td width="66" valign="top">10</td>
<td width="216" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol>
<li>Penilaian Presentasi (masuk ke nilai tugas akhir)</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="37" valign="top">No</td>
<td width="288" valign="top">Aspek yang dinilai</td>
<td width="66" valign="top">Skor</td>
<td width="216" valign="top">Keterangan</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">1</td>
<td width="288" valign="top">Bahan Presentasi</td>
<td width="66" valign="top">25</td>
<td width="216" valign="top">Kriteria: ada dan tepat</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">2</td>
<td width="288" valign="top">Penampilan Presenter</td>
<td width="66" valign="top">25</td>
<td width="216" valign="top">Kriteria: penjelasan runut, suara lantang, percaya diri</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">3</td>
<td width="288" valign="top">Penguasaan</td>
<td width="66" valign="top">50</td>
<td width="216" valign="top">Menguasai dengan baik, mampu memberijawaban dengan   tepat</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Catatan</p>
<p>-       Tugas Individu maupun Tugas kelompok <strong>harus </strong>mencerminkan orisinalitas, mengingat karya Mahasiswa akan dipublikasi lewat internet dan dicantumkan nama Mahasiswa tersebut.</p>
<p>-       Kutipan maksimal 30% dari total naskah.</p>
<p>-       Tulisan harus mencantumkan referensi, minimal 5 referensi yang berkaitan langsung dengan tulisan.</p>
<p>-       Apabila terbukti karya yang dibuat melanggar orisinalitas, maka naskah tersebut akan dibatalkan dan Mahasiswa wajib membuat naskah baru, dengan nilai maksimal 85% dari nilai yang diperoleh dari naskah baru tersebut</p>
<p>2. Penilaian Akhir</p>
<p>Sesuai dengan aturan/pedoman Akademik STIT Nurul Fikri, unsur-unsur penilaian yang akan dilakukan adalah:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="43" valign="top"><strong>No</strong></td>
<td width="252" valign="top"><strong>ASPEK AKADEMIK</strong></td>
<td width="148" valign="top"><strong>Persentase</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">1</td>
<td width="252" valign="top">Tugas   Individu</td>
<td width="148" valign="top">15   %</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">2</td>
<td width="252" valign="top">Test   Formatif</td>
<td width="148" valign="top">-</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">3</td>
<td width="252" valign="top">Ujian   Tengah Semester</td>
<td width="148" valign="top">25%</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">4</td>
<td width="252" valign="top">Ujian   Akhir Semester</td>
<td width="148" valign="top">30%</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">5</td>
<td width="252" valign="top">Kehadiran</td>
<td width="148" valign="top">10%</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">6</td>
<td width="252" valign="top">Tugas   Kelompok</td>
<td width="148" valign="top">10%</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">7</td>
<td width="252" valign="top">Perilaku</td>
<td width="148" valign="top">10%</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>E. </strong><strong>Ketentuan Umum</strong></p>
<ol>
<li>Tugas dikumpulkan melebihi tenggat waktu akan dikurangi 5 point per hari (dari skala 100)</li>
<li>Bagi mahasiswa yang tidak masuk dengan alasan apapun diwajibkan membuat tulisan/paper terkait tema yang dibahas pada pertemuan yang tidak dihadirinya. Paper terdiri dari 1 – 2 halaman, 1,5 spasi dengan tenggat pengumpulan paling lambat satu hari sebelum dua pertemuan setelahnya. Paper tersebut sebagai pengganti kehadiran.</li>
<li>Semua tugas dikumpulkan melalui e-mail: <a href="mailto:rahmat_sar@yahoo.com">rahmat_sar@yahoo.com</a>. Dengan ketentuan pemberian nama file sebagai berikut:
<ol>
<li>Bagi paper pengganti kehadiran, <em>diberi nama file sebagai berikut</em>: <strong><em>sesi ke &#8211; nama</em></strong> <strong><em>lengkap</em></strong>. Contoh, Abdul Majid tidak hadir dalam sesi ke-4, maka tugas pengganti kehadiran diberi nama: <strong>4 – Abdul Majid</strong></li>
<li><strong>b. </strong>Bagi tugas pembuatan makalah, paper atau lainnya, <em>diberi nama file sebagai berikut</em>: <strong><em>judul tugas – nama</em></strong>. Contoh nama file: <strong>Workshop – Abdul Majid</strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li>Pada waktu tertentu tanpa pemberitahuan sebelumnya, dosen akan melakukan test formatif.</li>
<li>Matikan nada HP saat perkuliahan berlangsung</li>
<li>Keterlambatan lebih dari 30 menit maka berlaku ketentuan point E.3</li>
</ol>
<p>lihat juga:</p>
<p><strong><a href="http://rahmatsaripudin.files.wordpress.com/2011/01/andragogy-cooperative-education1.pdf">Andragogy-cooperative education</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatsaripudin.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatsaripudin.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatsaripudin.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatsaripudin.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=282&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/01/27/silabus-andargogi-semester-semester-genap-tahun-2010-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afbcc5d3e3882601795fd156a8b67f54?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">rahmatsaripudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mantap! 58 Sekolah Unggulan se-Jabodetabek Berdebat Soal Ekologi</title>
		<link>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/01/12/mantap-58-sekolah-unggulan-se-jabodetabek-berdebat-soal-ekologi/</link>
		<comments>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/01/12/mantap-58-sekolah-unggulan-se-jabodetabek-berdebat-soal-ekologi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2011 05:58:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmatsaripudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatsaripudin.wordpress.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 630 siswa dari 58 sekolah menengah unggulan se-Jabodetabek mengikuti olimpiade keilmuan dan ajang dialog lingkungan &#8220;Debat Ekologi&#8221; yang memperebutkan Piala Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Pemuda dan Olahraga. Dalam kegiatan yang dipusatkan di SMA Unggulan Muhammas Husni Thamrin Senin, para siswa selain olimpiade kelimuan, seluruh peserta juga akan berlomba di bidang olah raga dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=279&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebanyak 630 siswa dari 58 sekolah menengah unggulan se-Jabodetabek mengikuti olimpiade keilmuan dan ajang dialog lingkungan &#8220;Debat Ekologi&#8221; yang memperebutkan Piala Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Pemuda dan Olahraga. Dalam kegiatan yang dipusatkan di SMA Unggulan Muhammas Husni Thamrin Senin, para siswa selain olimpiade kelimuan, seluruh peserta juga akan berlomba di bidang olah raga dan seni.</p>
<p>Menurut panitia penyelenggara, yang dilaksanakan para siswa kelas 1 dan kelas 2 SMAN Unggulan MH Tharmrin itu, ajang kompteisi ini juga untuk membuktikan sekolah yang terbaik. Para peserta di tingkat SMP favorit diikuti 33 sekolah yang akan mengikuti lomba Matematika, IPA, dan olaharaga Bola Basket. Sedangkan tingkat di SMA diikuti 25 sekolah favorit yang akan mengikuti lomba Debat Ekologi, seni seperti musik Perkusi dan Modern Dance, serta Tari Saman.</p>
<p>Kepala sekolah MH Thamrin H. Djumadi MPd mengatakan, kegiatan lomba ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan keilmuan dari para siswa di kawasan Jakarta dan sekitarnya, untuk menghadapi era global yang penuh dengan persaingan dan juga persoalan yang semakin kompleks. &#8220;Dengan memperlengkapi para siswa dengan wawasan yang luas dan beragam di bidang keilmuan serta membangun mental yang tangguh, maka siswa-siswa Indonesia diharapkan sudah siap untuk menjawab tantangan global yang akan menjadi masa depan mereka kelak,&#8221; kata Djumadi.</p>
<p>Sementara itu, para siswa yang mengikuti lomba pada umumnya berharap bahwa kegiatan kompetisi dapat semakin menambah wawasan, pengalaman dan membangun mental yang semakin baik bagi para siswa. &#8220;Ajang kompetisi ini bisa memperluas wawasan saya dan teman-teman, tetapi juga mengukuhkan bahwa sekolah kamilah yang terbaik,&#8221; kata Ines, siswa kelas 2 SMAN 81 Jakarta.</p>
<p>Menurut Amar, siswa kelas 1 SMAN 39 Jakarta, kegiatan lomba bisa melatih mental pelajar untuk bisa menjawab berbagai persoalan di masa depan sehingga kelak bisa lebih siap saat memasuki dunia pekerjaan. Bagi Sangghadatu AM, siswa kelas 3 SMP Labschool, Rawamangun, Jakarta, lomba-lomba ? science? sangat diperlukan kalau perlu diperbanyak, karena dari situlah akan muncul pelajar-pelajar terbaik seluruh Indonesia yang bisa memajukan negeri.</p>
<p>SMA yang ikut ajang lomba di antaranya SMAN 8 Jakarta, SMAN 81, Jakarta, SMAN 70 Jakarta, SMAN 39 Jakarta, SMAN 48 Jakarta, SMA Al-Azhar 1 Jakarta, SMA Labschool Kebayoran, SMAN MH Thamrin, dan SMAN 2 Tangerang serta SMAN 2 Depok. Di tingkat SMP, sekolah yang berpartisipasi antara lain SMPN 115 Jakarta, SMPN 49 Jakarta, SMPN 252 Jakarta, SMP Krsiten Penabur 7, SMPN 109 Jakarta, SMP Labschool Kebayoran dan Rawamangun Jakarta, dan SMP Al-Azhar 12 Rawamangun, Jakarta.</p>
<p>sumber: www.republika.co.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatsaripudin.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatsaripudin.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatsaripudin.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatsaripudin.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/279/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=279&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/01/12/mantap-58-sekolah-unggulan-se-jabodetabek-berdebat-soal-ekologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afbcc5d3e3882601795fd156a8b67f54?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">rahmatsaripudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gadis Kanada Menjadi Penemu Supernova Termuda</title>
		<link>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/01/12/gadis-kanada-menjadi-penemu-supernova-termuda/</link>
		<comments>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/01/12/gadis-kanada-menjadi-penemu-supernova-termuda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2011 05:51:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmatsaripudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita IPTEK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatsaripudin.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Seorang gadis asal Kanada berumur 10 tahun menjadi penemu termuda sebuah supernova atau bintang yang meledak, demikian menurut Asosiasi Astronomi Royal Kanada (RASC). Gadis bermata tajam bernama Kathryn Aurora Gray yang berasal dari Fredericton di provinsi timur New Brunswick telah menemukan sesuatu yang langka pada Ahad sewaktu dia menyisir puluhan hasil pencitraan konstelasi bintang secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=275&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="font-weight:normal;font-size:13px;">Seorang gadis asal Kanada berumur 10 tahun menjadi penemu termuda sebuah supernova atau bintang yang meledak, demikian menurut Asosiasi Astronomi Royal Kanada (RASC).</span></h1>
<div>Gadis bermata tajam bernama Kathryn Aurora Gray yang berasal dari Fredericton di provinsi timur New Brunswick telah menemukan sesuatu yang langka pada Ahad sewaktu dia menyisir puluhan hasil pencitraan konstelasi bintang secara teleskopik di galaksi yang sangat jauh.&nbsp;</p>
<p>&#8220;RASC dengan bahagia mengumumkan penemuan sebuah supernova oleh seorang ahli astronomi amatir berumur sepuluh tahun sehingga menjadi yang termuda yang dapat menemukan supernova,&#8221; kata asosiasi itu dalam pernyataannya.</p>
<p>Sewaktu mengamati supernova 2010lt di rasi bintang Camelopardalis di galaksi yang berjarak 240 tahun cahaya dari bumi, Gray segera memberitahu ayahnya yang merupakan ahli astronomi amatir yang bernama Paul.</p>
<p>Penemuan itu kemudian dibuktikan oleh dua ahli astronomi Amerika Serikat sebelum dilaporkan kepada Badan Pusat Gabungan Astronomi Internasional bagi Telegram Astronomi.</p>
<p>Supernova merupakan bintang raksasa yang kehabisan bahan bakar dan hancur akibat beban dari gravitasinya sendiri dan menjadi objek yang sangat padat yang dikenal sebagai bintang neutron.</p>
<p>Kemudian mereka mengeluarkan gelombang kejut yang meledakkan bintang tersebut dan menghasilkan lingkaran radiasi yang bergetar.</p>
<p>Kejadian luar biasa itu merupakan fenomena yang sangat menakjubkan bagi para ahli perbintangan dan dapat diketahui ketika ledakan bertenaga besar menciptakan cahaya yang dramatis yang pada akhirnya memudar.<br />
(KR-BPY/S008/A038)</p>
</div>
<div>sumber: www.antaranews.com</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatsaripudin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatsaripudin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatsaripudin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatsaripudin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=275&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2011/01/12/gadis-kanada-menjadi-penemu-supernova-termuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afbcc5d3e3882601795fd156a8b67f54?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">rahmatsaripudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>17 Ribu Warga Indonesia Belajar di Australia</title>
		<link>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2010/12/14/17-ribu-warga-indonesia-belajar-di-australia/</link>
		<comments>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2010/12/14/17-ribu-warga-indonesia-belajar-di-australia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 22:13:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmatsaripudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatsaripudin.wordpress.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[REPUBLIKA.CO.ID,PADANG&#8211;Pemerintah diisyaratkan untuk meningkatkan kerja sama bidang pendidikan dengan negara tetangga Australia karena kini sedikitnya 17 ribu warga Indonesia belajar di berbagai universitas di negara kangguru itu. &#8220;Minat warga Indonesia untuk belajar di Australia tergolong tinggi karena faktor kedekatan lokasi,&#8221; kata Profesor Aris Junaidi, Atase Pendidikan Indonesia di Australia di Padang, Selasa. Dia hadir di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=256&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<h2><span style="font-weight:normal;font-size:13px;">REPUBLIKA.CO.ID,PADANG&#8211;Pemerintah diisyaratkan untuk meningkatkan kerja sama bidang pendidikan dengan negara tetangga Australia karena kini sedikitnya 17 ribu warga Indonesia belajar di berbagai universitas di negara kangguru itu.</span></h2>
</div>
<div>
<div id="newstext">
&#8220;Minat warga Indonesia untuk belajar di Australia tergolong tinggi karena faktor kedekatan lokasi,&#8221; kata Profesor Aris Junaidi, Atase Pendidikan Indonesia di Australia di Padang, Selasa.</p>
<p>Dia hadir di Padang menjadi pembicara pada seminar internasional yang diselenggarakan tiga universitas negeri di Padang bekerja sama dengan Universitas Deakin Australia. Menurut dia, dari 17 ribu warga Indonesia yang belajar di Australia hanya 1.000 orang yang mendapatkan beasiswa dan lainnya harus mengeluarkan dana sebesar 14 ribu dolar per tahun untuk biaya pendidikan.</p>
<p>Meski jumlah mahasiswa Indonesia itu mencapai 17 ribu orang, namun sebaliknya warga Australia yang ada di Indonesia hanya 100 orang saja. Dari jumlah itu tidak ada yang menamatkan pendidikan sarjananya namun hanya mengambil kursus singkat. &#8220;Pemerintah Austalia sebenarnya banyak menawarkan sejumlah konsep kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia itu, namun belum banyak yang meresponnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, kesempatan perguruan tinggi di Indonesia itu sangat besar untuk merekrut mahasiswa asal Australia itu, karena satu kebijakannya adalah mengharuskan mahasiswa di negara kangguru itu memiliki wawasan global dengan belajar di berbagai negara termasuk Indonesia.<br />
Seharusnya, katanya, hal ini menjadi kesempatan bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk bekerja sama dan tentu saja dapat meningkatkan rangking universitas pada level dunia karena banyak memiliki mahasiswa asing.</p>
<p>&#8220;Perguruan tinggi itu tinggal mengajukan proposal kerja sama saja dan secara perlu secara spesifik arahannya dan nanti akan direspon oleh mereka,&#8221; katanya. Dia juga mengatakan, kini sedang dikembangkan kerja sama bidang penelitian oleh periset kedua negara.</p>
<p>&#8220;Kini ada kerja sama penelitian antar peneliti dari universitas kedua Indonesia dan Australia, yakni bidang pendidikan dan pemerintahan serta kemasyarakatan,&#8221; katanya.</p>
</div>
</div>
<div>Red: Krisman Purwoko<br />
Sumber: ant</div>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatsaripudin.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatsaripudin.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatsaripudin.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatsaripudin.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=256&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2010/12/14/17-ribu-warga-indonesia-belajar-di-australia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afbcc5d3e3882601795fd156a8b67f54?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">rahmatsaripudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sertifikasi Guru di Indonesia Baru 25 Persen</title>
		<link>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2010/12/14/sertifikasi-guru-di-indonesia-baru-25-persen/</link>
		<comments>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2010/12/14/sertifikasi-guru-di-indonesia-baru-25-persen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 22:08:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmatsaripudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Problematika Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Pendidik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatsaripudin.wordpress.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[SUNGAILIAT&#8211;MICOM: Sertifikasi guru dari sekolah dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) secara nasional baru mencapai 25 persen dari 3,6 juta guru di Indonesia. &#8220;Sampai sekarang, guru yang bersertifikasi baru mencapai 25 persen dari 3,6 juta guru di seluruh Indonesia,&#8221; kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional, Dodi Nandika di Sungailiat, Minggu (12/12).&#160; Ia mengatakan, masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=253&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><strong>SUNGAILIAT&#8211;MICOM:</strong> Sertifikasi guru dari sekolah dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) secara nasional baru mencapai 25 persen dari 3,6 juta guru di Indonesia.</div>
</div>
<div id="baca">&#8220;Sampai sekarang, guru yang bersertifikasi baru mencapai 25 persen dari 3,6 juta guru di seluruh Indonesia,&#8221; kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional, Dodi Nandika di Sungailiat, Minggu (12/12).&nbsp;</p>
<p>Ia mengatakan, masih sedikitnya para guru untuk ikut sertifikasi atau jenjang strata satu karena banyak guru yang sulit mengikuti kuliah sehubungan domisinya jauh dari lokasi perkuliahan.</p>
<p>&#8220;Biasanya hal ini terjadi bagi para guru yang bertugas di daerah pedalaman atau pelosok desa,&#8221; katanya.</p>
<p>Bagi guru di perkotaan, kata dia, lebih mudah mengikuti perkuliahan karena akses perguruan tinggi tersedia.</p>
<p>&#8220;Padahal sertifikasi bagi para guru mulai dari tingkat SD sampai SMA sederajat adalah wajib dilakukan sebagaimana program Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas).&#8221;</p>
<p>Dodi mengatakan, ditargetkan sampai akhir 2015, semua guru di Indonesia sudah mengikuti pendidikan strata satu sebagai syarat kelengkapan sertifikasi.</p>
<p>&#8220;Program sertifikasi bagi para guru bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada pendidik di sekolah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, para guru sebenarnya bisa mengikuti melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi apa saya, baik Universitas Terbuka (UT) yang tidak setiap saat bertatap muka dengan dosen atau perguruan tinggi lainnya.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan sampai dengan akhir 2015, target sertifikasi seluruh guru di Indonesia dapat terealisasi,&#8221; demikian Dodi Nandika. (Ant/OL-9)</p>
</div>
<div>sumber: <a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2010/12/13/187774/88/14/Sertifikasi-Guru-di-Indonesia-Baru-25-Persen">http://www.mediaindonesia.com/read/2010/12/13/187774/88/14/Sertifikasi-Guru-di-Indonesia-Baru-25-Persen</a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatsaripudin.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatsaripudin.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatsaripudin.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatsaripudin.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatsaripudin.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatsaripudin.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatsaripudin.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatsaripudin.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatsaripudin.wordpress.com/253/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsaripudin.wordpress.com&amp;blog=4983032&amp;post=253&amp;subd=rahmatsaripudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatsaripudin.wordpress.com/2010/12/14/sertifikasi-guru-di-indonesia-baru-25-persen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afbcc5d3e3882601795fd156a8b67f54?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">rahmatsaripudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
