Bagi anda yang merancang sebuah instructional untuk orang dewasa, baik dalam bentuk pelatihan, penyuluhan, magang, pendampingan, online learning, seminar maupun workshop anda sangat perlu mengenal audiens yang menjadi target. Sangat sulit bagi anda mendapatkan audien yang homogen, mengingat latar belakang dan pengalaman target audien anda sangat beragam. Berikut ini adalah point-point yang penting diperhatikan terkait dengan karakteristik learner:

1. Intelectual Skill

Keterampilan Inteteltual adalah kemampuan seseorang untuk memproses informasi yang masuk. Keterampilan intelektual dalam sebuah aktivitas pembelajaran memiliki peranan yang cukup strategis dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran.

Setiap kita akan merancang pembelajaran, kita perlu memperhatikan keterampilan intelektual ini. Bagi anda yang merancang pembelajaran dengan target peserta yang terbuka, misalnya rekrutmen peserta diumumkan pe publik dan tanpa batasan kriteria tertentu, maka kemungkinan besar anda akan mendapatkan peserta dengan keterampilan intelektual yang beragam.

Tantangannya adalah, anda sendiri yang merancang pembelajaran, memiliki tujuan khusus pembelajaran yang telah ditetapkan. Untuk itu maka anda perlu menggali keberagaman keterampilan intelektual peserta. Anda perlu dapat memprediksi sejauh mana kemampuan “calon peserta” dapat mengikuti ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah dicapai. Anda perlu melakukan dan menyediakan beragam keperluan untuk mencapai hal tersebut.

Sebagai catatan, keterampilan intelektual berkaitan erat dengan banyaknya “kosa kata” dan konsep yang telah dikuasai seseorang.

2. Cognitive Strategies

Strategi kognisi adalah prosedur mental yang dimiliki seseorang. Strategi kognisi akan memandu seseorang dalam mencerna informasi yang masuk, mengkaitkannya dengan informasi yang ada dan merangkai menjadi informasi baru.

Strategi Kognisi akan bekerja dengan baik jika Keterampilan Intelektual juga baik. Sebagai contoh, menurut anda apa maksud dari sms seorang teman ke teman yang lain dengan tulisan berikut:

“sis, bsk I ada rcn go k pernas, mo brg?”

mungkin sebagian anda akan menterjemahkan:

“sis, besok aku ada rencana pergi ke Pernas (sebagai sebuah tempat), mau bareng?

atau sebagian anda akan menterjemahkan:

“sis, besok aku ada rencana ke Perpustakaan Nasional, mau bareng?”

atau banyak kemungkinan lainnya, anda akan menterjemahkan sesuai dengan “kebiasaan anda” menterjemahkan kode-kode tersebut.

3. Verbal Information

Informasi verbal bagi orang dewasa akan memiliki makna yang tergantung pada pengalamannya. Untuk itulah maka setiap kita berkomunikasi perlu memperhatikan audiens yang diajak komunikasi. “berbicaralah sesuai dengan bahasa kaumnya”, kira-kira seperti itulah yang pernah Rasulullah SAW ingatkan kepada kita.

Implikasinya, misalnya anda akan menyelenggarakan pelatihan sertifikasi di Kota Depok, maka pemilihan nara sumber, pemilihan kata saat pelatihan berlangsung perlu berbeda dengan saat anda menyelenggarakan pelatihan yang sama di kabupaten Lebak.

Sebagai catatan, informasi verbal yang dikuasai seseorang merupakan modal awal dalam pengembangan dan peningkatan pengetahuan. sekali lagi, informasi verbal ini sangat berkait erat dengan pengalaman hidup setiap orang.

sebagai uji kemampuan verbal anda: buatlah sebanyak-banyaknya kata majemuk yang mengandung kata “batu” dalam waktu 10 menit. Berapa banyak kata majemuk yang anda buat?

4. Attitude

Hal yang keempat ini, bisa dikatakan sudah “basi” dan “biasa”. Penulis hanya coba mengingatkan, bahwa sikap seseorang dalam belajar akan mempengaruhi “daya belajarnya”.

Sikap dalam belajar dapat berkaitan erat dengan kenangan masa lalu, persepsi yang ada, konsep yang dipahami maupun rencana kedepan dengan konten belajar yang akan dipelajari.

Sikap positif dalam mengikuti pembelajaran akan memberikan hasil yang lebih baik sehingga tujuan belajar lebih mudah tercapai. untuk itulah maka dalam penyelenggaraan pembelajaran bagi orang dewasa sangat perlu senantiasa memperhatikan sikap belajar para pesertanya. Jangan bosan untuk selalu mengarahkan audien agar memiliki sikap positif.

5. Abilities

Pembahasan yang terakhir ini berkaitan dengan kemampuan dan ketidakmampuan seseorang dalam memahami konsep dan mengimplementasikannya dalam keseharian.

Perancang instructional perlu terus menggali kemampuan audien dalam mencapai tujuan pembelajaran, bahkan outcome dari pembelajaran yang dirancang.

oleh: Rahmat Saripudin, dari berbagai sumber