Rahmat Saripudin's Weblog

for Better Education

MEDIA DAN BAHAN AJAR CETAK

pada Oktober 5, 2008

OLEH: Rahmat Saripudin

Pengajaran adalah penyusunan informasi dan lingkungan untuk memfasilitasi terselenggaranya pembelajaran (Heinich, 1996). Melalui lingkungan, pengajar tidak saja melakukan pengajaran tetapi juga perlu menyediakan metode, media dan hal-hal yang dibutuhkan untuk membantu pemelajar dalam belajar.
Dalam hal ini Heinich dkk mendefinisikan belajar sebagai pengembangan pengetahuan, keterampilan atau sikap sebagai interaksi seseorang dengan informasi dan lingkungannya. Dengan demikian, dalam proses pembelajaran diperlukan pemilihan, penyusunan dan penyampaian informasi dalam lingkungan yang sesuai dan melalui interaksi pemelajar dengan lingkungannya. Untuk menyampaikan informasi dari pengajar kepada pemelajar diperlukan media pembelajaran.

Media adalah saluran komunikasi diturunkan dari bahasa latin yang artinya perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima (Sadiman, 2006). Contohnya film, televisi, diagram, bahan cetak, komputer dan pengajar.

Untuk penggunaan media pembelajaran agar lebih efektif, Heinich mengajukan model ASSURE. Model ASSURE merupakan akronim dari Analyize learner, State objective, Select methods, media and material, Utilize media and materials, Require learner participant, Evaluate and revise.

1. Analyze Learner
Langkah pertama dalam perencanaan ialah mengidentifikasi pemelajar. Yang perlu dianalisa dari pemelajar ialah: a) karakeristik umum, b) kompetensi prasyarat baik pengetahuan, keterampilan maupun sikap tentang topik pembelajaran, dan c) gaya belajar.

2. State Objective
Langkah selanjutnya ialah menuliskan tujuan pembelajaran secara spesifik mungkin. Tujuan pembelajaran dapat diperoleh dari silabus, buku teks, dari kurikulum utama, atau dikembangkan oleh instruktur.

3. Select Methods, Media and Materials
Setelah mengetahui karakter pemelajar dan tujuan pembelajaran. Maka tahap selanjutnya ialah membuat jembatan untuk menghubungkan keduanya. Jembatan tersebut ialah metode, media dan bahan pembelajaran. Ada tiga option dalam memilih bahan pembelajara, yaitu:
a. Memilih bahan pembelajaran yang sesuai
b. Memodifikasi bahan pembelajaran yang ada
c. Merancang bahan pembelajaran baru

4. Utilize Media and Materials
Setelah memodifikasi atau mendesain bahan pembelajaran tahap selanjutnya ialah membuat perencanaan penggunaan bahan pembelajaran tersebut dalam mengimplementasikan metode yang digunakan.

5. Require Learner Participation
Untuk lebih efektif dalam penggunaan bahan pembelajaran dapat dilakukan dengan melibatkan pemelajar.

6. Evaluate and Revise
Setelah pembelajaran, penting untuk dilakukan evaluasi tentang dampak dan efektivitas penggunaan media dan bahan pembelajaran.

Dalam naskah yang sama, Henich dkk (1996) membagi media pembelajaran sebagai berikut; media non proyeksi, media terproyeksi, media audio, media gerak, media komputer, media belajar jarak jauh:

1. Media Non Proyeksi
Yang termasuk media non proyeksi ialah objek nyata, model, kit multi media, kunjungan lapangan, bahan ajar cetak, bahan ajar gratis dan murah, gambar non proyeksi

2. Media Gambar Terproyeksi
Media yang termasuk dalam media gambar terproyeksi ialah OHP, slide, proyeksi gambar computer, presentasi multi gambar, film strip dan proyeksi opaq

3. Media Audio
Media yang termasuk audio ialah semua media yang berbasis suara. Secara umum media audio ialah kaset, mikro kaset, phonograph, CD, MP3.
4. Media Gerak
Media pembelajaran yang termasuk ke dalam media gerak ialah video dan film.

5. Media Berbasis Komputer
Komputer saat ini banyak digunakan sebagai media pembelajaran. Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran cukup beragam. Format yang sekarang ini banyak beredar misalnya pembelajaran interaktif, pembelajaran berbasis internet maupun pembelajaran berbasis komputer lainnya.

6. Media Belajar jarak Jauh
Heinich, dkk (1996) membahas tentang media belajar jarak jauh. Yang termasuk dalam media belajar jarak jauh ialah radio, telekonfrensi audio, telekonfrensi audiografik dan TV belajar jarak jauh.

Semua media pembelajaran tersebut tidak ada yang dapat digunakan untuk semua model dan materi pembelajaran. Perlu pemilihan yang bijak dalam menentukan media pembelajaran yang tepat. Dalam upaya menggunakan media dalam proses pembelajaran, Miarso (2004) memberikan sejumlah pedoman umum sebagai berikut:

  1. Tidak ada media yang terbaik untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Masing-masing media mempunyai kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu pemanfaatan kombinasi dua atau lebih media akan lebih mampu membantu tercapainya tujuan pembelajaran.
  2. Penggunaan media harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Dengan demikian pemanfaatan media harus menjadi bagian integral dari penyajian pelajaran.
  3. Penggunaan media harus mempertimbangkan kecocokan cirri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan.
  4. Penggunaan media harus sesuai dengan bentuk kegiatan belajar yang akan dilaksanakan seperti belajar secara klasikal, belajar dalam kelompok kecil, belajar secara individual atau belajar mandiri.
  5. Penggunaan media harus disertai persiapan yang cukup seperti mempreview media yang akan dipakai, mempersiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan diruang kelas sebelum pelajaran dimulai dan sebelum peserta masuk. Dengan cara ini pemanfaatan media diharapkan tidak mengganggu kelancaran proses belajar mengajar dan mengurangi waktu belajar.
  6. Peserta didik perlu disiapkan sebelum media pembelajaran digunakan agar mereka dapat mengarahkan perhatian pada hal-hal yang penting selama penyajian dengan media berlangsung.
  7. Penggunaan media harus diusahakan agar senantiasa melibatkan partisipasi aktif peserta.Sebuah media pembelajaran ketika digunakan dalam proses pembelajaran dapat berfungsi sebagai bahan ajar. Bahan ajar adalah bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan pengajar dan pemelajar dalam proses pembelajaran.
    Bahan ajar yang banyak dipergunakan di Indonesia dalam bentuk cetak atau printed material. Menurut Heinich, dkk (1996) yang termasuk dalam bahan ajar cetak ialah buku teks, buku fiksi ataupun non fiksi, booklets, petunjuk belajar, manual dan lembar kerja siswa.

Sebagai bahan ajar, jenis bahan ajar cetak memiliki keuntungan dan kekurangan tersendiri. Keuntungan bahan ajar cetak ialah:

  1. Availability. Bahan ajar cetak tersedia dalam beragam topic dan format Flexibility. Bahan ajar cetak mudah diadaptasi untuk beragam tujuan dan dapat digunakan beragam lingkungan cukup cahaya.
  2. Portability. Bahan ajar cetak mudah dibawa dari satu tempat ke tempat lain dan tidak membutuhkan sumber arus listrik
  3. User friendly. Bahan ajar cetak mudah digunakan tidak memerlukan usaha khusus.
  4. Economical. Bahan ajar cetak relative murah untuk diproduksi atau dibeli serta dapat digunakan kembali sewaktu-waktu.Sedangkan kekurangan bahan ajar cetak ialah:
  1. Reading level. Salah satu masalah yang dihadapi dalam penggunaan bahan ajar cetak ialah tingkat kemampuan membaca siswa yang beragam. Beberapa siswa yang bukan pembaca atau memiliki hambatan dalam membaca mengalami masalah ini.
  2. Prior knowledge. Biasanya bahan ajar cetak dalam bentuk buku teks ditulis untuk pembaca umum. Bagi pembaca yang memiliki hambatan dalam pengetahuan awal/prasyarat akan mengalami kesulitan dalam memahami bacaan.
  3. Memorization. Beberapa guru sering meminta siswa untuk mengingat banyak fakta dan definisi. Praktek ini menyebabkan bahan ajar cetak sebagai alat bantu menghafal belaka.
  4. Vocabulary. Beberapa buku teks menggunakan banyak terminology kata dan konsep yang sulit dipahami dan kurangnya penjelasan.
  5. One-way presentation. Sebagian besar bahan ajar cetak kurang interaktif sehingga bersifat passive.

Anderson (1994) menguraikan kelebihan dan keterbatasan bahan ajar cetak sebagai berikut:
Kelebihan:

  1. Siswa dapat berhenti sewaktu-waktu untuk melihat sumber lain, misalnya kamus, buku acuan, menggunakan kalkulator dll.
  2. Siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing.
  3. Media umumnya mudah dibawa, sehingga dapat digunakan dimana saja.
  4. Instruktur dan siswa dapat dengan mudah mengulangi materi pelajaran.
  5. Gambar atau foto hitam putih dapat diadaptasikan ke halaman cetak
  6. Materi pelajaran dapat diproduksi secara ekonomis, dapat didistribusikan dengan mudah, mudah diperbaiki.

Keterbatasan:

  1. Mencetak media memerlukan waktu yang cukup lama
  2. Mencetak foto atau gambar berwarna memerlukan biaya mahal
  3. SUkar menampilkan gerak di halaman media cetak
  4. Pelajaran yang telalu panjang disajikan dengan media cetak cenderung untuk mematikan minat dan menyebabkan kebosanan
  5. Tanpa perawatan yang baik, media cetak akan cepat hilang, rusak atau musnah

Untuk mengembangkan bahan ajar, Rowntree membagi 3 tahapan yaitu perencanaan, persiapan dan penulisan.
1. Perencanaan
Dalam perencanaan, ada bebertapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
a. Profile pemelajar
b. Mengetahui Sasaran dan Tujuan Pembelajaran
c. Membuat Outline Isi Pembelajaran
d. Memilih media penyampaian
e. Rencana untuk

2. Persiapan Penulisan
a. Batasan dan sumber daya
b. Urutan gagasan
c. Mengembangkan aktivitas
d. Siapkan contoh-contoh
e. Mempertimbangkan format penulisan

3. Penulisan dan Penulisan Ulang
a. Memulai draft pertama
b. Melengkapi dan mengedit draft pertama
c. Menuliskan bahan penilaian
d. Uji coba dan perbaikan

Dalam penulisan bahan ajar cetak, sebaiknya digunakan ilustrasi yang memadai. Ilustrasi dipergunakan untuk memperjelas pesan atau informasi yang disampaikan, memberi variasi pada bahan ajar cetak sehingga menjadi lebih menarik dan memotivasi, komunikatif, dan lebih memudahkan pembaca untuk memahami pesan. Ilustrasi juga dapat membantu retensi, yaitu memudahkan pembaca untuk mengingat konsep atau gagasan yang disampaikan melalui ilustrasi.
Ilustrasi mempunyai empat fungsi, yaitu :
1. Fungsi deskriptif
2. Fungsi ekspresif
3. Fungsi analitis/struktural
4. Fungsi kuantitatif
Ilustrasi yang biasa dipergunakan dalam bahan ajar antara lain: daftar atau tabel, diagram, grafik, kartun, foto, gambar, sketsa, simbol, dan skema.

Referensi

  • Arief S. Sadiman dkk. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2006)
  • Derek Rowntree, Preparing Material for open, Distance and Flexible Learning. (London: Kogan Page, 1995)
  • Paulina Panen, Purwanto. Penulisan Bahan Ajar. (Jakarta: Pusat Antar Universitas – PPAI – UT, 2005)
  • Robert Heinic, et al. Instructional Media and Technology for Learning. (New Jersey: Prentice-Hall, Inc, 1996)
  • Ronald H Anderson. Pemilihan dan Pengembangan Media Untuk Pembelajaran. (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada., 1994)
  • Yusufhadi Miarso,. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media, 2004)
About these ads

6 responses to “MEDIA DAN BAHAN AJAR CETAK

  1. nurul anisah mengatakan:

    terima kasih sekali,,

  2. rayi mengatakan:

    thanks infonya pak.. ^^

  3. rahmatsaripudin mengatakan:

    semoga bermanfaat…

  4. mokhamad sodik mengatakan:

    matur nuhun infonya pak De..

  5. More Tips mengatakan:

    Have you ever thought about including a little bit more than just your articles?
    I mean, what you say is valuable and everything. Nevertheless
    think of if you added some great images or videos to give
    your posts more, “pop”! Your content is excellent but
    with pics and clips, this website could undeniably be one of the greatest in its field.
    Amazing blog!

  6. A person necessarily lend a hand to make critically posts I might state.
    This is the first time I frequented your web page and up to now?
    I amazed with the research you made to create this actual post incredible.
    Magnificent task!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: